suplemenGKI.com

KABAR SUKACITA

Matius 2:1-12

 

Pengantar
Sebagai orang tua, seharusnya mereka memiliki sikap yang “Tidak pilih kasih” artinya memberikan kasih itu kepada semua anak-anak-Nya. Tidak membedakan satu dengan yang lain, tidak ada yang diperlakukan khusus. Allah kita adalah Allah yang “tidak pilih kasih”, Ia memberitakan kasih tentang kelahiran Putra Tunggal-Nya kepada semua orang, termasuk orang-orang yang tidak mengenal-Nya. Tetapi justru orang yang tidak mengenal-Nya itulah yang memberikan respon yang baik atas kasih yang Ia berikan? Bagaimana dengan kita? Mari kita renungkan!

Pemahaman

  • Ayat 1-2 : Bagaimanakah cara Allah memberitakan kabar Sukacita tentang kelahiran Sang Raja kepada orang-orang Majus dari Timur?
  • Ayat 3-9 : Mengapa berita tentang kelahiran Yesus juga dinyakan kepada mereka?
  • Ayat 10-11: Bagaimana respon mereka ketika mendengar berita itu? Dan ketika mereka berhasil berjumpa dengan Yesus?

Allah memberitakan kelahiran Yesus kepada orang-orang Majus melalui pengetahuan dan kepandaian mereka dalam ilmu perbintangan. Meskipun orang-orang Majus adalah orang asing yang tidak mengenal Tuhan, namun berita kelahiran Sang Juruselamat juga dinyatakan kepada mereka (Ay. 1-2). Hal ini menunjukkan bahwa kabar berita tentang kelahiran Yesus sang Juruselamat harus dinyatakan kepada semua orang di dunia, tidak hanya kepada orang-orang tertentu saja. Semua orang dari segala kalangan: mulai dari anak-anak sampai yang lanjut umurnya, dari segala golongan tidak memandang suku, agama atapun tingkat sosial.

Jika membandingkan respon orang-orang Majus yang tidak mengenal Allah dengan para imam kepala dan ahli Taurat tentang berita kelahiran Yesus, maka justru orang-orang Majuslah yang memberikan respon yang positif, baik dan benar. Orang-orang Majus begitu antusias untuk mencari Yesus, menyambut dengan penuh sukacita bahkan diwujudkan dengan tindakan nyata yang bermuara pada penyembahan terhadap Yesus dan memberikan persembahan yang berharga (Ay. 10-11). Berbeda dengan sikap para imam dan ahli Taurat, padahal mereka mengetahui nubuat tentang Mesias itu, tetapi mereka tidak memberikan tanggapan yang istimewa, bahkan mereka biasa saja mendengar berita itu.

Refleksi
Renungkanlah: Bila kita diperhadapkan pada firman, bagaimanakah respon kita? Apakah kita seperti orang Majus yang penuh antusias, sukacita dan penuh rasa hormat atau seperti para imam yang tidak memberikan respon apa-apa, atau bahkan tidak peduli dengan firman itu?

Tekadku
Ya Tuhan tolong saya untuk bisa seperti orang Majus yang dengan penuh semangat dan sukacita menyambut firman yang Tuhan nyatakan kepada saya.

Tindakanku
Saya akan bersemangat (bersukacita, mempersiapan diri, mempersiapkan persembahan, tidak telat), setiap kali saya akan beribadah atau saat membaca firman dan selalu berusaha untuk melakukan firman tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«