suplemenGKI.com

TERUS BERUSAHA WALAU SULIT

Matius 2:1-12

 

Pengantar
William Boetker, seorang penulis, menuliskan ‘kesulitan dan pergumulan hari ini adalah harga yang kita harus bayar untuk menuai keberhasilan di hari esok.’  Hari ini, setiap kita pasti menghadapi kesulitan dan pergumulan hidup.  Dari  perkataan William Boetker itu, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa kesulitan dan pergumulan yang kita hadapi akan mendewasakan dan membawa kita lebih trampil dalam menyelesaikan setiap pergumulan, sehingga bisa menuai keberhasilan.  Hal itu bisa tercapai ketika setiap kita tidak menyerah tetapi terus berusaha walaupun sulit.

Pemahaman

Ayat 1: Siapakah orang majus?

Ayat 2: Apa tujuan orang majus mencari Raja Yahudi yang baru dilahirkan?

Ayat 2-10: Apa saja tantangan atau kesulitan yang dihadapi orang-orang majus ketika mencari Raja yang diyakiniNya memiliki kebesaran dan kuasa itu?

‘Orang majus’ adalah nama yg diberikan oleh orang-orang di sekitar Babel (Mesopotamia, Persia) kepada ahli-ahli perbintangan atau orang bijaksana.  Sebagai astrolog, mereka pandai mengartikan gerak-gerik planet yang diyakini memiliki hubungan dengan kehidupan manusia.  Orang-orang majus melihat kemunculan satu bintang yang bersinar terang yang diyakini adanya peristiwa besar.  Sebuah ‘bintang’ yang bersinar, dijadikan Tuhan sebagai alat untuk memberi petunjuk kepada orang-orang majus untuk menyaksikan peristiwa besar, lahirnya Sang Raja.  Tantangan (kesulitan) dihadapi orang-orang majus dalam perjalanannya:

  • Sebagai astrolog, mereka hanya berbekal petunjuk ‘bintang’, mengadakan perjalanan.  Mereka belum mengerti betul siapakah Sang Raja yang lahir itu.  Mereka juga tidak tahu sama sekali di mana Sang Raja itu dilahirkan.  Mereka hanya mengikuti arah bintang yang bersinar (ay.2), sehingga ketika bintang itu membawa tiba di Yerusalem, mereka bertanya-tanya ‘Dimanakah Dia, raja orang Yahudi yg baru dilahirkan itu?’ 
  • Kedatangan orang-orang majus di Yerusalem, di dengar raja Herodes.  Hal itu berarti bahwa orang-orang majus harus berhadapan dengan raja yg berkuasa di Palestina, yang terkenal kejam. 
  • Perjalanan mereka cukup jauh dan membutuhkan waktu yang panjang, dari Timur ke Palestina, hingga sampai di Yerusalem dan Betlehem bertemu dengan bayi Yesus. 

Menghadapi tantangan atau kesulitan itu, orang-orang majus tidak menyerah.  Mereka terus berusaha hingga berhasil berjumpa dengan Sang Raja.  Mereka menyembahNya yang diwujudkan dengan memberi persembahan emas, kemenyan dan mur.  

Refleksi
Bersama Tuhan, renungkan apakah saudara punya sikap pantang menyerah dalam menghadapi masalah?  Tuhan pasti memberi petunjuk bagi setiap orang percaya dalam menghadapi pergumulan, menyelesaikan masalah atau menjalani kehidupan.  Yang Dia minta adalah kita mengikuti ‘petunjuk’ yang Dia berikan (Taat).  Sebab ‘petunjukNya’ adalah baik dan benar (sempurna).

Tekadku
Tuhan tolonglah aku untuk mau terus berusaha dalam menghadapi kesulitan, pantang menyerah menghadapi tantangan, mengerjakan tanggungjawab dengan maksimal. 

Tindakanku
Hari ini aku mau berusaha dan bekerja sungguh-sungguh (pantang menyerah, putus asa, ngomel), dalam menyelesaikan ….. walaupun tidak mudah.  Aku mau percaya bahwa Tuhan menolong dan memberkatiku, yang mau berusaha dengan cara yang baik dan benar.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«