suplemenGKI.com

Mazmur 85:1-14

MENANTIKAN JAWABAN DOA

PENGANTAR
Mazmur 85 digolongkan sebagai mazmur permohonan/ doa umat. Isi permohonan itu sendiri diungkapkan di bagian tengah, yaitu ayat 5-8. Namun, cara pemazmur mengawali doanya (ay. 2-4), dan mengakhiri doanya (ay. 11-14), serta menantikan jawaban Tuhan (ay. 9-10) sangat menarik untuk kita pelajari.

PEMAHAMAN

  • Ayat 2-4.        Bagaimana pemazmur mengawali doanya? Apa yang diungkapkan pemazmur di bagian ini?
  • Ayat 5-8.        Apa yang pemazmur doakan? Mengapa ia memohon hal itu?
  • Ayat 9-10.      Apa yang dilakukan pemazmur ketika menantikan jawaban doanya dan apa yang diharapkannya?
  • Ayat 11-14.   Suasana apakah yang Anda rasakan ketika membaca bagian ini? Apa yang sedang diungkapkan oleh pemazmur di bagian ini?

Mazmur ini diawali dengan puji-pujian kepada Tuhan yang telah memulihkan umat-Nya. Pemulihan ini membuktikan fakta bahwa Tuhan telah mengampuni dosa-dosa mereka, dan telah menghentikan murka-Nya kepada mereka. Beberapa penafsir berpendapat bahwa peristiwa yang dimaksudkan di sini adalah kembalinya umat Israel dari pembuangan di Babel.  Puji-pujian yang digubah berdasarkan pengalaman historis ini menjadi landasan iman bagi doa mereka di ayat-ayat berikutnya.

Pemazmur berdoa agar Tuhan sekali lagi memulihkan mereka. Dia berharap Tuhan tidak melanjutkan murka-Nya atas mereka. Pemulihan yang pernah mereka alami di masa lalu sebagaimana dimaksud dalam ayat 2-5 mendorong pemazmur untuk memohon pemulihan yang mereka butuhkan di masa kini. Pemazmur memohon agar Tuhan menghidupkan mereka kembali, sehingga mereka dapat kembali bersukacita dan mengalami kasih-Nya.

Sambil menantikan jawaban Tuhan atas doa yang dipanjatkannya, pemazmur berkomitmen untuk mendengarkan firman-Nya. Melalui firman-Nya itu Tuhan menjanjikan syalom (damai sejahtera) kepada umat-Nya dan menghindarkan mereka dari sikap dan tindakan yang bodoh. Firman itu juga akan membuat mereka takut akan Tuhan, sehingga mereka memperoleh keselamatan dan melihat kemuliaan-Nya (yaitu, manifestasi kehadiran-Nya) di tengah-tengah mereka.

Suasana penuh sukacita terpancar ketika pemazmur menggambarkan berbagai sifat Tuhan yang saling bertemu: kasih dan kesetiaan, keadilan dan damai sejahtera (ay. 11). Pertemuan itu menghubungkan bumi dan langit/ sorga (ay. 12). Kebaikan Tuhan akan mendatangkan kemakmuran bagi negeri mereka (ay. 13), dan keadilan Tuhan akan menuntun kehidupan umat-Nya (ay. 14). Melalui semua itu, pemazmur mengungkapkan keyakinannya bahwa Tuhan hadir di tengah-tengah mereka.

REFLEKSI
Apa yang harus kita lakukan ketika menantikan jawaban dari Tuhan? Mempelajari firman-Nya!

TEKADKU
Tuhan, aku akan menjalani hidupku dengan sukacita karena Engkau senantiasa hadir dalam hidupku.

TINDAKANKU
Mulai hari ini aku akan membaca Alkitab setiap hari.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«