suplemenGKI.com

Minggu, 6 April 2014

05/04/2014

Yohanes 11:39-44

 

Mujizat Yesus Membangkitkan Lazarus: Sebuah Kemenangan Atas Maut

 

Pengantar:
Kebenaran hanya dapat dibuktikan dalam bentuk fakta yang nyata. Banyak orang berbicara tentang sebuah kebenaran tetapi tidak dibuktikan dengan suatu fakta, maka itu hanya omong kosong belaka. Yesus membuktikan pengajaran-Nya tentang kebangkitan orang mati dengan sebuah fakta kebenaran dengan Ia membangkitkan Lazarus yang sudah empat hari mati.

Pemahaman:

  1. Yesus menjadi masygul hati-Nya, setelah banyak orang meragukan kuasa-Nya (v. 37-39)
  2. Makna pernyataan “Jikalau engkau percaya, engkau akan melihat kemuliaan Allah” 40)
  3. Apa sesungguhnya yang Yesus hendak tunjukan melalu mujizat membangkitkan Lazarus. 

Pada bagian ini Yesus diperhadapkan dengan orang banyak yang menentang Dia dengan menunggu apa reaksi Yesus terhadap Lazarus yang sudah mati. Pernyataan di ayat. 37, adalah isyarat supaya Yesus membuktikan kemuliaan dan ajaran-Nya. Terhadap sikap orang-2 yang demikian Yesus menjadi masygul hatinya. Yesus mengalami masygul adalah karena dua hal, pertama karena ketidakpercayaan orang banyak mengenai ajaran-Nya. Kedua, karena realita kematian yang memang identik dengan kegelapan atau maut yang menguasai manusia. Realita itu akan terus menguasai dan membinasakan manusia jika tidak memiliki iman atau percaya kepada kuasa kebangkitan di dalam Tuhan Yesus.

Rupanya memang tidak mudah untuk memberikan pemahaman tentang ajaran kebangkitan orang mati, sehingga Yesus harus mendemonstarsikannya (Lih. v. 43) Hal itu menunjukan bahwa Yesus harus membuktikan dengan real kebenaran ajaran-Nya. Dan hal itu dibuktikan dengan membangkitkan Lazarus yang telah mati selama empat hari. Kuasa kebangkitan tidak akan bisa dibatasi oleh konsidi Lazarus yang sudah membusuk, kuasa kebangkitan tidak akan berkurang sekalipun tidak bisa dipahami oleh sebagian orang Yahudi.

Mujizat membangkitkan Lazarus juga hendak menunjukan tentang identitas diri Yesus dan kemuliaan Allah yang adalah sumber kehidupan yang sanggup mengalahkan kematian atau maut. Yesus ingin mengajarkan bahwa hidup beriman kepada Yesus Kristus adalah mempercayai Tuhan Yesus sang sumber kehidupan yang telah mengalahkan maut.

Refleksi:
Banyak orang berkata ia percaya dan mengikut Yesus dalam hidupnya, tetapi tidak sedikit yang masih hidup dalam bayang-bayang kematian atau maut yaitu kematian kekal. Karena kurang percaya kepada Yesus sebagai sumber kehidupan yang telah menang atas maut.

Tekad:
Tuhan, saya ingin mempercayai Engkau bukan sekedar mengakui Engkau sebagai Tuhan di bibir saja, tetapi yakin dan percaya bahwa saya telah memiliki hidup kekal di dalam Engkau.

Tindakan:
Apapun yang meragukan saya untuk memiliki keyakinan akan hidup kekal di dalam Tuhan Yesus, akan saya jauhi dan tinggalkan, agar keyakinan hidup kekal dalam Yesus terus bertumbuh dan berbuah dalam hidup yang tidak ragu akan kuasa kebangkitan di dalam Yesus.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«