suplemenGKI.com

KASIH YANG TERWUJUD

Matius 14:13-21

 

Pengantar
Apa yang ada di benak kita ketika kita memberi? Sesungguhnya ada banyak motivasi yang bisa muncul ketika kita memberi, baik ketika kita memberi sesuatu kepada orang yang tidak mampu, memberi sumbangan atau bahkan saat kita memberikan persembahan kepada Tuhan. Melalui renungan ini kita akan belajar tentang kasih yang terwujud dengan tindakan memberi sebagai bentuk ucapan syukur kepada Tuhan.

Pemahaman

  • Ayat 13-14            : Mengapa Yesus menyingkir dan mengasingkan diri ke tempat yang sepi? Apa yang dijumpai Yesus ketika Ia sampai di darat dan apa yang dilakukan-Nya?
  • Ayat 15-17            : Bagaimana respon murid-murid Yesus melihat orang banyak yang sedang lelah dan lapar mengikut Yesus sampai menjelang malam?
  • Ayat 18-21            : Apakah kebutuhan orang banyak itu tercukupi? Bagaimana caranya?

Setelah Yesus mendengar berita kematian Yohanes pembaptis yang dipenggal kepalanya, Yesus segera menyingkir dan mengasingkan diri ke tempat yang sunyi (Ay. 13).  Sementara Yesus pergi, orang banyak mendengar kabar tentang Yesus dan mereka mulai mengikut Dia melalui jalan darat. Di tengah-tengah rasa duka Yesus atas kematian Yohanes, Yesus tergerak hati-Nya oleh belas kasihan ketika Ia melihat orang banyak yang mengikuti-Nya, di antara mereka ada orang yang sakit, kelaparan, terlantar dan membutuhkan pertolongan (Ay. 14). Maka Yesus menolong dan menyembuhkan mereka yang sakit.

Ketika menjelang malam, murid-murid Yesus datang kepada-Nya, untuk menyuruh orang banyak itu pergi supaya mereka bisa membeli makanan di desa-desa. Itu karena mereka berpikir bahwa tidak mungkin mereka dibiarkan mati kelaparan karena mereka tidak membawa bekal yang banyak untuk mereka semua. Sikap belas kasih Yesus terwujud dengan menggandakan makanan yang dibutuhkan melalui respon para murid-Nya yang menyerahkan lima roti dan dua ikan kepada-Nya (Ay. 17-18). Murid-murid memberikan apa yang mereka miliki. Mereka memberikan kepada Yesus sebagai ucapan syukur, dan Yesus merespon pula dengan mengucap syukur kepada Allah. Yesus memberkati makanan itu dan memecah-mecahkannya sampai semua orang mendapatkan bagiannya (Ay.19).

“Dan mereka semua makan sampai kenyang.” Bahkan potongan-potongan roti itu sisa 12 bakul penuh. Kebutuhan mereka terpenuhi bahkan sampai berkelimpahan. Kelimpahan rahmat Allah mendatangkan kelegaan sehingga setiap umat merasakan bahwa semua kebutuhan mereka terpenuhi. Dengan demikian sisa dua belas bakul menawarkan pengharapan iman mereka kepada Tuhan. Melalui bagian ini kita belajar dari sikap Yesus yang memiliki belas kasihan dengan peduli kepada setiap orang yang menderita disertai dengan ucapan syukur kepada Tuhan. Ucapan syukur itu bisa terwujud dengan kerelaan hati kita untuk mau ambil bagian dalam karya keselamatan Allah.

Refleksi
Renungkanlah: Sejauh mana kita bersedia ambil bagian dalam karya keselamatan Allah? Maukah kita memberi diri untuk peduli dan melayani sesama kita yang membutuhkan dengan sepenuh hati?

Tekadku
Ya Tuhan, tolong saya untuk bisa ambil bagian dalam karya keselamatan-Mu dengan rela memberikan sesuatu sebagai wujud ucapan syukur kepada sesama yang membutuhkan untuk menyatakan kasih-Mu.

Tindakanku
Saya akan menyisihkan berkat yang saya terima untuk saya bagikan kepada orang yang membutuhkan (baik itu dalam bentuk uang, makanan, ataupun barang yang berguna bagi mereka) dengan tulus.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«