suplemenGKI.com
Menjadi Berkat

Menjadi Berkat

Markus 1:29-39

“KASIH ALLAH YANG MENDORONG UNTUK MENJADI BERKAT”

Ada sebuah ungkapan yang mengatakan “seorang yang memberi belum tentu itu karena dorongan kasih, tetapi seorang yang memiliki kasih tentulah ia akan terdorong untuk memberi”. Ungkapan bahwa seorang yang memiliki kasih tentulah ia  akan terdorong untuk memberi, ternyata senada dengan ajaran dan teladan KRISTUS sendiri. Kehadiran KRISTUS ke dalam dunia adalah wujud kasihNya yang besar, dan kasih itu sangat lekat dengan dorongan untuk memberi serta menjadi berkat.
-    Tindakan apa saja yang dilakukan YESUS agar menjadi berkat?
(ayat 29-34)
-    Darimanakah kita dapat memperoleh sumber kekuatan untuk tetap
menjadi berkat? (ayat 35-37)
-    Apa yang menjadi tujuan dan motivasi YESUS saat DIA  bertindak untuk
menjadi berkat?(38-39)
Renungan:

YESUS tidak menjalani kehidupan rohani yang teoritis melainkan praktis. Dia tidak hanya terus menerus melakukan ritual keagamaan di dalam rumah ibadah, melainkan DIA keluar untuk menjadi berkat (ayat 29). Dan dalam upayaNya untuk menjadi berkat, tindakan yang dilakukan YESUS adalah dengan menanggapi secara cepat dan tepat saat mertua Petrus sedang sakit (ayat 30). Tak hanya kepada mertua Simon yang tergolong orang dekat, yang ditolongnya, tetapi upaya menjadi berkat yang dilakukan YESUS juga diperuntukkan bagi semua orang dari segala penjuru dengan  beraneka macam kebutuhan mereka (ayat 32-34). Tindakan YESUS ini seharusnya menjadi teladan bagi kita. Manakala kita bertekad untuk menjadi berkat, mari kita lakukan dengan sepenuh hati kepada semua orang yang kita jumpai dan bukan hanya kepada orang –orang  dekat kita saja.
Memang harus kita sadari bahwa untuk menjadi berkat bagi semua orang dengan sepenuh hati bukanlah hal yang mudah. Namun, dari ayat 35-37, kita mendapati teladan YESUS terkait dengan bagaimana agar kita bisa menjadi berkat secara efektif, yaitu dengan mendapatkan sumber kekuatan di dalam ALLAH sendiri.  Jika kita bertekad untuk menjadi berkat, maka kita harus benar-benar meninggalkan pemahaman yang menyatakan bahwa doa hanyalah sebuah kegiatan rutin dan merupakan ajang permintaan kepada TUHAN. Mari kita jalani kehidupan doa secara benar dengan menjadikan doa sebagai sarana kita untuk sungguh-sungguh memiliki relasi yang intim dengan Bapa kita, sehingga dari relasi itu dapat kita peroleh kekuatan untuk menjadi berkat bagi sesama.
Hal lain yang juga harus kita hayati agar kita dapat menjadi berkat ialah apa yang menjadi tujuan dan motivasi kita. Mencermati apa yang dilakukan YESUS dalam Markus 9:38-39, kita mendapati sebuah informasi penting bahwa segala muara motivasi dan tujuan tindakan YESUS untuk menjadi berkat itu adalah demi membawa banyak jiwa dimenangkan bagi ALLAH. Motivasi serta tujuan seperti inilah yang harus mendarah daging dalam hidup kita saat kita bertekad untuk menjadi berkat bagi sesama. Bukan keuntungan pribadi dan sanjungan diri yang sedang kita cari, melainkan supaya melalui kasih yang kita tunjukkan dengan menjadi berkat itu,  banyak orang dapat melihat KRISTUS, lalu tergerak untuk mengenalNya sehingga mereka dapat menerima keselamatan kekal dariNya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*