suplemenGKI.com

Bacaan : Matius 23 : 7 – 12

Tema :  Aji Mumpung VS Mumpung Aji

 

PENGANTAR
Aji mumpung adalah istilah bahasa jawa yang mengungkapkan cara berpikir seseorang yang berupaya memanfaatkan kesempatan atau situasi yang ada semata-mata  demi memperoleh keuntungan  yang sebesar-besarnya  bagi diri sendiri tanpa mengindahkan prinsip-prinsip moral/etika. Di tangan orang-orang yang memiliki cara berpikir aji mumpung ini, kesempatan unruk memegang kekuasaan/otoritas akan digunakan untuk mendapatkan keuntungan pribadi tanpa peduli bahwa tindakannya itu merugikan orang lain.

PEMAHAMAN.

  1. Mengapa Tuhan Yesus menasehati orang banyak dan murid-murid-Nya supaya mereka (kamu) “jangan mau” disebut > Rabi, Bapa dan pemimpin ? ( ayat 8-10 )
  2. Bagaimana Tuhan Yesus menasehati para pendengar dan Murid-murid-Nya ? ( ayat 11 – 12 )
  3. Bagaimana sikap kita terhadap nasehat Tuhan Yesus tersebut ?

Tuhan Yesus mengajarkan kepada para pendengar dan murid-muridNya tentang bagaimana mereka menggunakan otoritas yang diberikan Tuhan Allah.  Janganlah mereka seperti orang-orang Farisi dan para ahli Taurat. Mereka ini adalah para pemimpin agama yang gila hormat dan kedudukan. Mereka mewajibkan kepada para pengikutnya untuk menyebut mereka dengan sebutan “Rabi”, “Bapa” yang merupakan panggilan kehormatan bagi para pemimpin agama. Bahkan umatpun harus menghormati mereka sebagai pemimpin mereka. Para ahli Taurat dan orang-orang Farisi adalah para pemimpin agama yang  menerima otoritas Allah. Namun mereka mempergunakan otoritas Allah tersebut untuk kepentingan dan keuntungan bagi diri mereka sendiri (Aji Mumpung ). Kekuasaan/Otoritas itu akan mereka pergunakan untuk mendapatkan keuntungan berupa pujian, kehormatan, uang, kekuasaan dll. Mereka tidak sadar bahwa Kristus atau Allahlah yang menjadi pemilik kekuasaan/otoritas yang sesungguhnya.

jika kita yang menerima otoritas itu maka kita harus menempatkankannya di bawah otoritas Allah. Dengan kata lain bahwa cara kita menjalankan otoritas tersebut haruslah mencerminkan kepemimpinan Allah sendiri. oleh sebab itu Tuhan Yesus menasehati agar kita menjalankan otoritas Allah dengan sikap seorang pelayan yang penuh kerendahan hati ( ayat 11-12 ).  Kesempatan menjadi seorang pemimpin adalah kesempatan yang baik untuk melayani sesama sekaligus menjalankan kepemimpinan Allah di dunia ini untuk melakukan berbagai hal yang baik dan mulia. ( Mumpung Aji ). Jadi cara berpikir dan bertindak seperti inilah yang harus kiita kembangkan sebagai umat Allah dewasa ini.

REFLEKSI
Marilah kita merenungkan : Jika saudara diberi kesempatan untuk menjadi seorang pemimpin atau jika sekarang ini saudara adalah seorang pemimpin. Apa yang saudara Lakukan ?

  • Saudara memiliki sikap Aji Mumpung atau Mumpung Aji ?

TEKADKU
Ya Tuhan ! ampunilah saya jika selama ini saya memiliki sikap Aji Mumpung.

TINDAKANKU
Saya akan menjadi seorang pemimpin yang memegang prinsip “Mumpung Aji”, untuk melakukan berbagai hal yang baik dan mulia.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«