suplemenGKI.com

Minggu, 5 Maret 2017

04/03/2017

Panggilan Memberitakan Injil

Roma 1:8-17

 

Pengantar
Seringkali seseorang senang menceritakan apa yang sudah dialaminya, baik itu keadaan yang menyenangkan maupun sebaliknya. Semangat orang dalam bercerita dari pengalamannya itu sangat kuat sekali, sehingga membuat orang itu dapat menceritakan panjang  lebar pengalamannya. Apalagi kalau pengalamannya tidak pernah dialami dan dirasakan oleh orang lain, orang tersebut pasti dengan semangat yang membara akan menceritakan pengalamannya.Demikian juga dengan pengalaman rasul Paulus.

Pemahaman
Ay 8, Apa yang dikatakan Paulus tentang iman orang-orang Roma?
Ay 9-13, Apa yang menjadi kerinduan dari Paulus terhadap jemaat di Roma?
Ay 14-15, Apa yang dirasakan oleh Paulus terhadap orang-orang di Roma?
Ay 16-17, Apa yang menjadi keyakinan Paulus terhadap Injil?

Paulus memuji iman jemaat di Roma, karena iman jemaat di Roma tersiar diseluruh dunia. Paulus selalu mendoakan jemaat di Roma dan berharap dapat mengunjungi jemaat di Roma. Kerinduan Paulus berjumpa dengan jemaat di Roma, ingin melihat dari dekat buah yang dihasilkan dari pemberitaan Injil oleh jemaat Roma.

Paulus merasa berhutang kepada orang-orang Yunani maupun orang-orang bukan Yunani, dan kepada pelajar maupun bukan pelajar, dalam hal pemberitaan Injil. Paulus tahu betul bahwa banyak orang Yunani dan non Yunani, pelajar dan non pelajar yang belum sempat diberitakan Injil olehnya. Maka kerinduan Paulus melihat dan menyaksikan bahwa jemaat Roma telah terpanggil untuk memberitakan Injil kepada penduduk di kota Roma.

Paulus menyakini bahwa dalam Injil ada kekuatan Allah yang luar biasa, dimana mampu menyelamatkan setiap orang yang percaya baik orang Yahudi maupun orang Yunani, baik orang terpelajar maupun tidak terpelajar. Paulus menyakini bahwa keselamatan dalam Injil hanya terjadi karena iman kepada Tuhan Yesus.

Paulus begitu suka-citanya menceritakan pengalamannya hidup bersama-sama dengan Kristus. Kebahagian hidup bersama dengan Kristus inilah yang senantiasa  ia ingin ceritakan kepada semua orang. Supaya semua orang juga dapat merasakan kebahagiaan yang ia miliki. Paulus juga menyadari orang dapat percaya kepada Injil bukan karena kepandaian Paulus menceritakan Injilnya namun ada kekuatan Allah yang menyertainya. Hal ini semakin membuat Paulus percaya diri bahwa Tuhan terus bekerja dalam pemberitaan Injil yang ia lakukan dimanapun.

Refleksi
Renungkanlah: Berapa banyak waktu yang kita luangkan untuk menceritakan diri kita kepada orang lain? Dan Berapa waktu yang kita gunakan untuk memberitakan Injil?

Tekad
Ya Tuhan, seringkali kami bangga dengan apa yang kami miliki, sehingga tanpa kami sadari kami telah menghabiskan banyak waktu untuk menceritakan kebanggaan kami ini. Padahal Engkau memanggil kami untuk memberitakan Injil-Mu. Ampuni kami Tuhan.

Tindakanku
Hari ini saya berdoa, supaya Tuhan memberikan seseorang yang akan saya beritakan Injil kepadanya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«