suplemenGKI.com

Minggu, 5 Juni 2016

04/06/2016

Pengharapan Datang Kembali

Lukas 7:11-17

 

Pengantar
Keputus-asaan dapat melanda setiap orang tanpa terkecuali. Banyak masalah yang dapat membuat seseorang merasa putus asa, mulai dari masalah keluarga, pekerjaan, pergaulan dll. Keputus-asaan itu bertambah besar mana kala tidak dilihatnya lagi pengharapan di dalam hidupnya. Bagaimana kehidupan janda di Nain ini?

Pemahaman

Ay 11, Dengan siapa sajakah Yesus pergi ke kota Nain?

Ay 12, Apa yang sedang terjadi di pintu gerbang kota itu?

Ay 13, Apa yang Yesus katakan kepada janda tersebut?

Ay 14, Apa yang Yesus perbuat bagi janda tersebut?

Ay 15, Apa yang terjadi dengan anak muda yang telah meninggal dunia?

Ay 16-17, Apa reaksi dari semua orang yang menyaksikan kejadian ini?

Yesus bersama dengan murid-muridNya dan rombongan berbondong-bondong pergi ke kota Nain. Pada waktu dekat pintu gerbang kota Nain, ada orang mati yang sedang diusung ke luar, anak laki-laki tunggal dari seorang janda. Anak laki-laki satu-satunya dari seorang janda itu telah meninggal, hal ini tentunya menimbulkan kesedihan yang luar biasa, sehingga isak-tangis dari janda tersebut di dengar oleh Yesus.

Tuhan Yesus tergerak hatiNya oleh belas kasihan dan berkata kepada janda tersebut:”Jangan menangis!” Maka Yesus menghampiri usungan itu dan menyentuhnya serta berkata:”Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!” Maka bangunlah orang itu dan duduk serta berbicara dengan Yesus.

Maka tersiarlah kabar tentang Yesus yang membangkitkan orang mati di seluruh Yudea dan sekitarnya. Banyak orang berkomentar bahwa seorang nabi telah datang di tengah-tengah kita, ada yang menyatakan bahwa Allah telah melawat umatNya.

Terlepas dari semua komentar yang ada, pasti janda tersebut menjadi orang yang sangat bersuka cita, karena sekarang ia telah memiliki harapan lagi dengan anaknya laki-laki yang dibangkitkan. Janda tersebut bergairah kembali hidupnya karena Tuhan Yesus telah memberikan harapan kepadanya.

Refleksi
Renungkanlah: pernahkah kita putus asa? Sejauh manakah putus asa tersebut mengganggu hubungan kita dengan Tuhan?

Tekad
Ya Tuhan Yesus, betapa mudahnya kami ini putus asa ketika menghadapi hal-hal yang sulit dalam hidup ini, kami lupa berpegang kepada Engkau dan berpengharapan di dalam Engkau Tuhan.

Tindakanku
Memperhatikan sesama yang sedang mengalami keputus-asaan dan memberikan kekuatan kepadanya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*