suplemenGKI.com

Minggu, 5 Juli 2020

04/07/2020

Matius 11:16-19, 25-30

 

MENJADI GEREJA YANG MENGHADIRKAN SOLIDARITAS

 

Pengantar
Meski hadir memberitakan kasih Allah dan membawa damai sejahtera, Yesus tetap saja selalu dipandang sebagai musuh oleh para imam dan bahkan sebagian masyarakat Yahudi pada masa itu. Kehadiran Yesus seolah-olah mengancam dan merusak. Yesus sendiri sering disalah artikan kehadiran dan tindakanNya. 

Pemahaman
Ayat 16-19           Kecaman apa yang Yesus sampaikan tentang orang-orang yang menolak-Nya? Tuduhan-tuduhan palsu seperti apakah yang seringkali diterima oleh Yesus ?

Ayat 25-20           Siapakah yang bersedia menerima Yesus ? Dan apakah yang Yesus sampaikan kepada semua orang ?

Sikap dan tindakan penolakan terhadap Yesus menjadi sebuah keprihatinan. Yesus menggambarkan para imam dan orang-orang Yahudi yang menolaknya seperti  anak-anak yang duduk dipasar berteriak-teriak namun tidak ada yang mendengarkan. Mereka menyampaikan tuduhan tuduhan negatif dan palsu kepada Yesus namun dihadapan Allah semua tidak ada artinya.

Yesus menyadari bahwa ada kelompok masyarakat yang disebutnya sebagai orang kecil yang justru menerima Yesus dengan baik. Tidak dijelaskan siapa orang kecil yang dimaksudkan. Namun dari penjelasan Yesus bisa dikatakan bahwa orang kecil yang dimaksudkan adalah orang-orang terpinggirkan yang tidak diperhitungkan masyarakat namun menyambut Yesus dengan sukacita. Kepada mereka Yesus memperlihatkan solidaritas-Nya. Yesus mengajak mereka dan menyambut mereka.

Teks bacaan hari ini sebenarnya hendak memperlihatkan solidaritas Yesus kepada semua orang yang dengan sukacita menyambut Yesus dan menerima Yesus dengah sungguh-sungguh. Solidaritas Yesus ditunjukkan dengan sapaan yang sangat lembut dan bersahaja: “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.”

Dalam keseluruhan ucapan dan tindakan Yesus selalu terlihat semangat solidaritas Yesus kepada semua orang, khususnya mereka yang ditolak dan dipinggirkan. Sikap dan ucapan Yesus merepresentasikan Allah yang berbela rasa. Allah yang kasih-Nya tidak terbatas pada apapun. Hal inilah yang seharusnya disuarakan dan diperjuangkan gereja secara terus menerus pada masa kini dan masa yang akan datang.

Refleksi
Gereja harus hadir memperlihatkan solidaritasnya kepada semua orang. Tidak memperlihatkan keterpihakan hanya pada kekuasaan. Gereja dan umat Tuhan pada masa kini diajak membangun dan memiliki sikap solidaritas yang saat sekarang ini semakin pudar.

Tekadku
Ya Allah mampukan kami hidup saling memperhatikan satu sama lain. Menolong mereka yang mengalami penderitaan. Memperlihatkan solidaritas kami terhadap sesama kami. Jangan biarkan kami menjadi seorang individualis yang hanya memikirkan diri kami sendiri dan tidak peduli pada sesama kami

Tindakanku
Memperhatikan saudara yang mengalami kesusahan dimasa pandemi covid-19 saat ini. Mendoakan sekaligus secara konkrit membantu sesama meski dalam keterbatasan sekalipun.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»