suplemenGKI.com

“Muliakanlah Yesus Kristus, Rajamu!”

Mazmur 72:15-19

 

Pengantar
Di hari minggu ini kita merayakan epifani atau hari raya penyataan natur ilahi Allah kepada manusia. Kisah yang melatarbelakangi hal ini adalah kisah orang-orang Majus menjumpai Yesus, perikop yang telah kita renungkan di hari Jumat dan Sabtu kemarin. Inti dari perayaan epifani adalah penyataan bahwa Allah menjumpai kita secara pribadi dan kepada dunia dalam Tuhan Yesus Kristus. Mazmur 72:15-19, perikop yang akan kita renungkan hari ini, akan melandasi perenungan kita akan hadirnya Allah menyatakan diri kepada manusia dalam Kristus.

Pemahaman

  • Ayat 15-17, 19  : Apa alasan pertama mengapa raja yang adil yang diharapkan hadir itu harus dimuliakan?
  • Ayat 18             : Apa alasan kedua raja yang adil tersebut harus dimuliakan?
  • Ayat 15b          : Bagaimana cara pertama untuk memuliakan raja yang adil?
  • Ayat 17             : Bagaimana cara kedua untuk memuliakan raja yang adil?
  • Ayat 19             : Bagaimana cara ketiga untuk memuliakan raja yang adil?

Melanjutkan perenungan di hari Senin yang lalu, perikop ini berbicara tentang harapan pemazmur akan datangnya raja yang adil bagi Israel. Bagi pemazmur, raja ini akan benar-benar akan hadir sehingga ketika ia hadir, ia harus dimuliakan karena dua hal. Pertama, karena ia akan membawa dunia ini semakin baik dan mengenal raja ini. Ini dibuktikan lewat harapan pemazmur supaya raja ini terus dipersembahkan persembahan yang terbaik (contohnya adalah emas Syeba di ayat 15), kondisi tanaman semakin subur (ay. 16) dan seluruh bumi semakin dipenuhi kemuliaan Allah (ay. 19).

Alasan kedua mengapa raja yang adil ini dimuliakan karena melalui raja ini, Allah dapat membuktikan bahwa diri-Nyalah satu-satunya yang melakukan perbuatan yang ajaib (ay. 18). Mazmur 72:18-19 ini sering disebut sebagai ayat penutup dari rangkaian Mazmur 42-72 yang memperlihatkan keesaan Allah Israel dan keberadaannya yang lebih besar dari ilah-ilah lain.

Karena dua alasan inilah, maka orang-orang Israel diminta memuliakan raja yang adil ini sebagai bentuk mereka memuliakan Allah. Pertama adalah dengan berdoa kepadanya senantiasa (Mzm. 72:15). Kedua adalah dengan menjadi saluran berkat sebagaimana disebutkan pemazmur, “kiranya segala bangsa saling memberkati dengan namanya, dan menyebut dia berbahagia” (ay. 17). Ketiga, orang Israel diminta turut menaikkan pujian kepada Allah seperti yang pemazmur telah lakukan (ay. 19).

Refleksi
Sekali lagi kita mendapat gambaran yang jelas tentang apa yang dilakukan oleh Kristus. Allah hadir dalam Yesus Kristus untuk menjadi penguasa kehidupan kita. Ia membawa dunia ini semakin limpah dengan berkat-Nya. Apakah kita sudah memuliakannya dengan memelihara kehidupan doa kita? Apakah kita telah sungguh-sungguh membawa berkat untuk sesama seperti yang Kristus telah lakukan? Apakah pujian telah keluar dari hati dan mulut kita kepada-Nya?

Tekadku
Tuhan Yesus, biarlah perjumpaan kami secara pribadi dengan Engkau, Allah yang hidup, dapat membuat kami semakin berharap padamu dalam doa-doa kami, dapat memperkuat kepekaan hati kami untuk menolong sesama, dan semakin terbiasa untuk memuji Engkau dalam segala situasi kehidupan kami.

Tindakanku
Hari ini aku akan mengajak orang-orang terdekatku yang sudah lama tidak datang ke gereja untuk bersama-sama denganku mensyukuri kebaikan Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«