suplemenGKI.com

Minggu, 5 April 2020

04/04/2020

DIHUKUM TAPI TIDAK BERSALAH

Matius 27:11-26

 

Pengantar
Setelah Yesus ditangkap atas perintah imam-imam kepala, ahli Taurat dan tua-tua Yahudi maka Yesus diadili. Yesus dibawa pergi untuk menghadap Imam Besar di Yahudi. Mereka membelenggu Dia, lalu membawa dan menyerahkan Yesus kepada Pilatus. Pilatus adalah Gubernur Kekuasaan Romawi yang memerintah Yudea. Apakah yang terjadi ketika Yesus dihadapkan kepada Pilatus?

Pemahaman

  • Ayat 11                  : Pertanyaan apakah yang disampaikan wali negeri kepada Yesus? Bagaimana Respon Yesus?
  • Ayat 12-14            : Bagaimana respon Yesus ketika para imam-imam kepala dan tua-tua Yahudi menyampaikan tuduhan-tuduhan kepada Pilatus?
  • Ayat 15-26            : Mengapa Yesus harus dihukum mati? Apakah hubungan ketidakbersalahan Yesus yang dihukum mati dengan karya keselamatan-Nya bagi manusia?

Ketika Yesus berada di hadapan Pilatus, wali negeri itu bertanya kepada Yesus: “Engkaukah raja orang Yahudi? Sebuah pertanyaan-pertanyaan yang disebabkan oleh tuduhan-tuduhan formal orang-orang Yahudi yang disampaikan kepada Pilatus. Dan Yesus menjawab: “Engkau sendiri mengatakannya.” Ketika Yesus diserahkan oleh orang-orang Yahudi kepada Pilatus, alasan penangkapannya adalah Dia adalah orang yang jahat dan pantas diperhadapkan kepada Pilatus (Baca Luk.23:2; Yoh. 18:28-33). Namun ketika tuduhan-tuduhan itu disampaikan kepada Yesus, Yesus tidak memberikan jawab apapun (Ay. 12, 14).

Orang-orang Yahudi itu menginginkan Yesus dihukum mati. Di mana hukuman mati itu hanya boleh dilakukan atas putusan Pilatus selaku Gubernur Roma di Yudea. Namun, pada saat mengadili Yesus, Pilatus tidak mendapati kesalahan pada Yesus dan tidak mendapat alasan untuk hukuman mati bagi Yesus. Maka yang dia lakukan adalah memberi pilihan kepada orang-orang Yahudi. Pada saat Paskah Yahudi biasanya memang ada satu orang yang dibebaskan, Yesus atau Barabas yang dibebaskan. Namun orang2 Yahudi memilih Barabas yang adalah penyamun/penjahat/pemberontak yang dibebaskan. Markus 15:15 “Karena Pilatus ingin memuaskan hati orang banyak, ia menyerahkan Yesus kepada mereka untuk disalibkan” dan ia membasuh tangannya (Mat. 27:24). Dan akhirnya di ayat 22, orang banyak menyerukan bahwa, “Ia harus disalibkan.” Penyaliban adalah salah satu bentuk hukuman mati yang paling sadis yang diciptakan manusia. Selain itu, penyaliban juga merupakan suatu penganiayaan yang dengan sengaja dilakukan untuk memperberat penderitaan dan menunda kematian. Tujuan penyaliban itu adalah membuat terhukum mati perlahan-lahan dalam penderitaan yang tak tertahankan. Dengan cara inilah Kristus mati untuk menebus dosa-dosa kita dan mendamaikan kita dari murka Allah karena dosa yang kita lakukan. Hanya Kristus yang tidak bersalah/tidak berdosa yang bisa menyelamatkan kita dari hukuman dosa. Melalui penebusan-Nya, Yesus telah memerdekakan umat yang beriman kepada-Nya (Ibr. 2:14-15). Oleh iman, kita menjadi orang-orang yang telah ditebus dan diselamatkan.

Refleksi
Renungkanlah: Betapa besar kasih Allah yang telah merelakan putra-Nya yang tidak berdosa untuk menyelamatkan kita dari hukuman dosa. Apakah wujud terima kasih kita kepada-Nya?

Tekadku
Ya Tuhan, Terima kasih untuk pengorbanan-Mu, aku akan memberikan yang terbaik dalam hidupku untuk melayani-Mu

Tindakanku
Mulai hari ini saya akan melayani Tuhan dengan sepenuh hati, dan memberikan yang terbaik kepada-Nya (hidup, waktu, tenaga, pikiran, dsb), sesuai dengan karya pelayanan yang telah Tuhan berikan pada saya sekarang.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«