suplemenGKI.com

Mazmur 78:23-29

KESETIAAN ALLAH
Kita telah melihat bagaimana tangan Allah selalu setia memelihara kehidupan bangsa Israel.  Kesetiaan-Nya kepada bangsa Israel seharusnya membuat mereka sadar untuk mengucap syukur kepada Allah.  Tetapi sayangnya, bangsa Israel tetap hidup tidak setia kepada Allah.  Apakah balasan yang mereka perbuat terhadap kesetiaan Allah?

 
Pertanyaan Penuntun

  • Apa yang Allah lakukan untuk menunjukkan kasih setia-Nya? (ay.23-24)
  • Apa yang Allah berikan kepada bangsa Israel? (ay.27)
  • Bagaimana keadaan bangsa Israel ketika menerima berkat dari Allah? (ay.29)

 

Renungan

Mazmur 78 ini berbicara tentang sejarah bangsa Israel.  Melalui sejarah tersebut, kita dapat melihat bagaimana bangsa Israel terus memberontak kepada Allah ketika mereka di padang gurun.  Allah marah dengan pemberontakan yang mereka lakukan, tetapi Allah tetap menunjukkan kasih setia-Nya.  Allah tetap setia mengirimkan roti Manna dan daging setiap harinya.  Bahkan, Ia mengirimkan semuanya itu dengan jumlah yang berlimpah-limpah.  Allah telah memberikan segala apa yang bangsa Israel inginkan, bahkan dengan jumlah yang berlimpah, bukan hanya sekedar cukup.  Allah begitu berhasrat untuk menunjukkan kesetiaan-Nya kepada mereka.  Meskipun demikian, bangsa Israel nyatanya tetap hidup tidak setia kepada Allah.  Mereka terus saja mengeluh kepada Allah.  Mereka memilih untuk tidak percaya kepada Allah dan tidak yakin akan keselamatan yang daripada-Nya (ay.22).  Sekalipun mereka telah menjadi kenyang atas berkat Allah yang limpah itu, tetapi mereka masih saja tidak merasa puas (ay.29-30).  Mereka tidak tahu mengucap syukur kepada Allah yang selalu setia memelihara kehidupan mereka.  Mereka membalas kesetiaan Allah dengan ketidaksetiaan yang terus mereka lakukan.

Sejarah perjalanan yang telah diukir bangsa Israel menunjukkan kesetiaan Allah yang tak pernah berkesudahan.  Sekalipun umat-Nya itu tidak mengerti akan kasih setia-Nya, tetapi Allah tetap setia mencurahkan kasih sayang-Nya dengan berlimpah-limpah.  Allah begitu setia memelihara setiap kehidupan umat-Nya. Tetapi, apakah balasan yang kita berikan terhadap kesetiaan-Nya itu?  Sudah sadarkah kita untuk selalu mengucap syukur atas kasih setia-Nya?  Atau sebaliknya, kita tetap mengeraskan hati dan mengabaikan kesetiaan-Nya?  Biarlah segenap hati dan bibir kita terus menaikkan ucapan syukur ketika kita mengingat dan melihat kesetiaan Allah yang tak pernah berkesudahan itu.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»