suplemenGKI.com

Mazmur 1:1-6

BERANI MELAWAN ARUS

PENGANTAR
Orang-orang di sekeliling kita sangat mempengaruhi sikap dan perilaku kita. Menunjukkan sikap dan perilaku yang baik akan lebih mudah kita tunjukkan apabila kita berada di tengah orang-orang yang baik. Namun, bagaimana jika kita berada di tengah orang-orang jahat? Masih mampukah kita “melawan arus” dan menunjukkan sikap dan perilaku yang benar?

PEMAHAMAN

Ay. 1, 4-6   Dengan istilah apa sajakah orang-orang jahat disebutkan di sini? (ay.1).   Mengapa istilah-istilah tersebut digunakan: apa yang hendak digambarkan dengan istilah-istilah itu? Apa yang akan terjadi pada orang-orang fasik ini? (ay.4-6)

Ay. 1-3        Jika Anda hidup di tengah-tengah lingkungan orang fasik seperti itu, bagaimanakah seharusnya sikap Anda? (ay.1). Apa peranan firman Tuhan di sini?  Apa yang harus Anda lakukan dengan firman Tuhan? (ay.2).  Jika Anda setia menjaga sikap-perilaku Anda dan setia terhadap firman-Nya, kehidupan seperti apa yang Tuhan janjikan? (ay.3)

Orang-orang jahat di Mazmur ini disebutkan dengan beberapa sebutan orang fasik, orang berdosa, dan kumpulan pencemooh. Istilah fasik di sini berarti “bersalah secara moral” atau “tidak saleh.” Istilah berdosa di sini berarti “melakukan tindakan kriminal” atau “menyerang orang lain.” Istilah pencemooh di sini merujuk pada kejahatan yang dilakukan dengan perkataan. Jadi, orang-orang tersebut melakukan kejahatan dalam berbagai aspek: moral (hati dan pikiran), tindakan, dan perkataan. Karena kejahatan yang “menyeluruh” ini maka mereka tidak akan sanggup berhadapan dengan penghakiman Allah. Mereka diibaratkan seperti “sekam yang ditiupkan angin”. Mereka juga tidak tahan jika berada di tengah kumpulan orang benar.

Memang, kita tidak dapat sepenuhnya menghindari orang fasik. Namun, bacaan hari ini mengajarkan kita bersikap terhadap mereka.  Sikap yang diajarkan di sini adalah tidak menuruti nasihat orang fasik, tidak melakukan kejahatan bersama mereka, dan mencontoh mereka yang menggunakan mulutnya untuk kejahatan. Tentu saja, sikap “melawan arus” seperti ini tidak mudah dilakukan.  Karena itu, peranan firman Tuhan sangatlah penting. Firman Tuhan adalah sumber kekuatan kita untuk menghadapi situasi seperti itu. Ketekunan dan kesungguhan membaca dan mempelajari firman Tuhan akan menolong kita tetap teguh mempertahankan kebenaran. Dengan demikian, hidup kita akan tetap berbuah.

REFLEKSI
Beranikah Anda menunjukkan sikap yang benar di tengah orang-orang yang tidak benar? Hambatan apa yang Anda hadapi?

TEKADKU
Tuhan, berikanlah aku keberanian untuk bersikap dan berperilaku dengan benar, meskipun harus menghadapi tekanan dan hambatan dari orang-orang di sekitarku.

TINDAKANKU
Aku akan membaca dan mempelajari firman Tuhan agar lebih mengenal kebenaran dan berani mempertahankan sikap hidup sebagai orang benar.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«