suplemenGKI.com

Matius 18:15-20

Membimbing Yang Berdosa  

Dalam perikop ini menggambarkan tindakan yang harus dilakukan untuk menolong saudara yang berbuat salah, atau pedoman bagaimana memenangkan kembali saudara yang tersesat karena dosa atau berbuat salah terhadap Tuhan.  Perikop ini terdapat diantara dua perikop berupa perumpamaan, di mana yang pertama berbicara tentang domba yang hilang (tersesat) dan yang kedua tentang pengampunan.  

Pertanyaan Penuntun Pemahaman Alkitab:

  1. Bagaimana Tuhan Yesus mengajarkan tentang etika membimbing orang yang berbuat dosa?  (ayat 15-17)
  2. Apa yang saudara pelajari melalui perikop ini?  Bagaimana selama ini ketika kita membimbing, menegur atau menolong orang lain yang sudah berbuat dosa? 

RENUNGAN

Setiap kita masih hidup bersama dengan orang lain yang memiliki berbagai latar belakang, status sosial, karakter dan berbagai tujuan hidup.  Yang semuanya itu pasti memepngaruhi bagaimana seseorang menjalani hidup.  Dengan berbagai alasan, bukankah masih banyak orang di sekitar kita yang masih hidup dalam dosa?  Tidak terkecuali orang yang mengaku diri sebagai orang Kristen.  Dan di lingkungan gerejapun tidaklah terdiri dari orang-orang yang baik dan kebal terhadap dosa.  Tetapi gereja adalah terdiri dari orang-orang yang dibenarkan dan sedang terus menerus dikuduskan oleh Tuhan Yesus.  Oleh sebab itu, kesalahan atau kejatuhan dalam dosa bisa juga terjadi dalam diri orang Kristen.  Maka apabila itu terjadi, adalah tugas sesama orang Kristen untuk membimbingnya bertobat. 

Lalu bagaimana tugas menegur, menasihati dan membimbing itu harus kita lakukan? Dalam bagian ini menunjukkan bagaimana Tuhan Yesus memberikan petunjuk untuk membimbing orang yang berbuat dosa.  Bahwa teguran dan nasihat itu harus dilakukan secara bertahap. Pertama, ayat 15 “Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali”.  Artinya, tahap awal adalah dilakukan dalam pembicaraan empat mata atau berdua saja.  Dalam pembicaraan “tegorlah” atau tunjukkanlah kesalahannya.  Melalui pembicaraan empat mata ini diharapkan orang yang berbuat dosa menyadari dosanya (kesalahannya) dan mau memperbaharuinya.  Jika tahap teguran dan nasihat itu tidak ditanggapi, maka:  Kedua, ayat 16 “Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan”.  Artinya, perlu menghadirkan saksi bukan untuk menghakimi melainkan sebagai upaya guna menyadarkan orang tersebut.  Jika teguran dengan saksi itu pun tetap tak ditanggapi, maka:  Ketiga, ayat 17a “Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat”.  Maka perlu orang yang berbuat dosa itu ditegur dalam pertemuan jemaat Tuhan.  

Tuhan Yesus berkata “Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai” (ayat 17b).  Apabila sampai sudah menerima teguran demikian pun ia tetap tak berespons, maka jemaat harus memandang dia sebagai seorang yang tidak mengenal Tuhan (ayat 17b).  Pada jaman itu pemungut cukai adalah profesi pengumpul pajak untuk pemerintah Roma, dengan imbalan yang tinggi.  Para pemungut cukai adalah orang Yahudi sendiri, yang bekerja untuk pemerintah Romawi.  Mereka tidak segan-segan bertindak kasar, memeras dan menyengsarakan bangsanya sendiri dengan dilindungi oleh pemerintah Roma.  Pemungut cukai tidak merasa bersalah.  Perbuatan egois inilah yang menjadikan para pemungut cukai dikucilkan dan dihina oleh orang Yahudi.  Jika seorang Kristen telah ditegur berulangkali dengan mengikuti petunjuk Tuhan Yesus tersebut tetap mengeraskan hati, maka ia perlu diperlakukan dengan tegas.  Disiplin gereja diberlakukan dengan mengucilkan dia dari persekutuan agar dia menyesali perbuatannya dan rindu untuk kembali ke dalam persekutuan tubuh Kristus.  Lakukanlah sesuai denga petunjuk Tuhan Yesus, agar orang yang berbuat dosa merasakan kasih dan membawa mereka kembali kepada-Nya. 

Dengan kasih Kristus bimbinglah orang yang berdosa agar kembali ke jalan Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«