suplemenGKI.com

Pada bagian ini,sahabat Ayub yang bernama Elifas memberikan nasihat kepada Ayub, tentang apa yang diderita olehnya.

1.       Apa yang dikatakan Elifas tentang manusia dihadapan Allah?

2.       Apa yang dikatakan Elifas tentang Ayub?

3.       Konsep hidup apakah yang muncul dalam bagian ini?

4.       Apakah nasihat Elifas kepada Ayub?

5.       Kalau ada teman/sahabat kita yang mengalami penderitaan, apa yang akan kita perbuat untuk dia?

 

Renungan

                Elifas memiliki pemahaman sesungguhnya manusia dihadapan Allah tidak ada artinya sama sekali atau tidak berguna, bahkan akal budinya hanya untuk kepentingannya sendiri.

                Elifas sangat yakin bahwa penderitan yang dialami oleh Ayub, bukan disebabkan karena Ayub sebagai orang yang takut akan Tuhan, atau karena kesalehan hidup Ayub, numun hal ini terjadi karena semata-mata kesalahan dan dosa Ayub. Elifas menyatakan (menuduh)bahwa Ayub berdosa besar antara lain menggadaikan saudaranya, merampas pakaian orang-orang melarat, tidak memperhatikan orang yang menderita. Hal-hal inilah yang menyebabkan Ayub menderita, dikelilingi oleh perangkap dan dikejutkan oleh kedahsyatan yang tiba-tiba.

                Bagi Elifas, orang yang benar tidak mungkin hidup dalam penderitaan, apalagi menderita seperti Ayub, dengan kata lain orang menderita pasti berbuat dosa. Oleh  sebab itu, Ayub sekarang dianggap bukan terang lagi namun hidup dalam kegelapan, Ayub tidak bisa merasakan kebesaran Tuhan

                Elifas menasihatkan kepada Ayub untuk berlaku ramah terhadap Tuhan, supaya Ayub hidup dalam ketentraman. Ayub juga diingatkan supaya menerima kebenaran Firman-Nya dan menaruhnya di hatinya. Elifas tidak segan-segan menyuruh Ayub untuk bertobat dan merendahkan diri dihadapan Allah. Ayub juga diharapkan untuk terus berdoa, supaya Tuhan mendengarkan doanya. Ayub harus mengambil tindakan yang baik dan benar. Ayub dinasihati supaya ia tidak angkuh dalam hidupnya dan bersih dalam tindakannya.

                Seringkali penderitaan dihubungkan dengan keberdosaan manusia,  hal ini memang bisa terjadi demikian,namun tidak semua penderitaan itu karena dosa manusia. Paling tidak dalam kasus penderitaan Ayub, penderitaannya telah diijinkan Tuhan terjadi. Oleh sebab itu mari kta melihat bahwa kalau ada orang yang menderita, kita jangan (seperti Elifas)cepat-cepat menghakim orang tersebut telah berbuat dosa kepada Tuhan, namun berilah penghiburan kepadanya supaya ia boleh dikuatkan oleh Tuhan.

                Bagi saudara kita yang menderita, tindakan kasih yang nyata jauh lebih berguna daripada beribu-ribu kata yang kita berikan kepadanya.

 

Penderitaan bisa saja hadir dalam kehidupan kita, namun yang paling penting

Bagaimana kita menghadapi penderitaan itu bersama dengan Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*