suplemenGKI.com

MINGGU, 4 MEI 2014

03/05/2014

KISAH PARA RASUL 2: 37-41

“MERESPONI FIRMAN DENGAN TEPAT”

 

PENGANTAR
Melanjutkan bacaan dan saat teduh kemarin, hari ini kita akan memperhatikan respons orang banyak yang mendengar kotbah Petrus. Dan kita akan belajar dari respons mereka ini. 

PEMAHAMAN

  1. Ayat 37a: Perasaan apa yang muncul dalam diri para pendengar kotbah Petrus? Mengapa mereka merasa demikian?
  2. Ayat 37b: Apakah respons mereka hanya berhenti sampai pada perasaan tersebut? Apa yang terjadi kemudian setelah muncul perasaan demikian?
  3. Ayat 38, 40-41: Apa yang Petrus sampaikan kepada mereka? Apakah mereka mengikuti perkataan Petrus? Bagaimana dampaknya bagi pembentukan gereja mula-mula pada waktu itu?
  4. Apa yang dapat Anda pelajari dari respons mereka setelah mendengar kotbah Petrus bagi kehidupan Anda sekarang sebagai anggota gereja?

Setelah mendengarkan kotbah Petrus, orang banyak yang mendengarnya menjadi merasa terharu karena mereka menyesal dengan apa yang sudah mereka lakukan pada Yesus. Mereka tidak mengeraskan hati mereka dan penyesalan terhadap diri mereka adalah sebuah langkah awal yang baik dalam meresponi firman Tuhan yang mereka dengar. Namun penyesalan hanyalah sebuah langkah awal yang harus dilanjutkan dengan tindakan yang lain yaitu pertobatan hidup. Mereka tidak hanya meratapi dosa mereka, tetapi mereka bertanya, “Apakah yang harus kami perbuat…?” Ada kesediaan untuk melakukan sesuatu sebagai konsekuensi logis dari munculnya penyesalan. Setelah Petrus memberitahukan apa yang harus mereka lakukan, yaitu bertobat dan memberi diri dibaptis, mereka mau melakukannya dan hasilnya makin banyak orang percaya yang bergabung dalam gereja mula-mula pada waktu itu.

REFLEKSI
Kita baru saja memperingati Jumat Agung dan Paskah. Serangkaian acara dengan bermacam-macam kotbah sudah kita dengar dan tidak jarang kita dibawa masuk dalam suasana ‘duka’ dan juga ‘sukacita’ dalam mengenang apa yang sudah Yesus lakukan bagi kita.  Adakah serangkaian peringatan kemarin masih membangkitkan rasa penyesalan atas dosa dalam lubuk hati? Ataukah berlalu begitu saja tanpa makna? 

TEKADKU
Tuhan, kami mau belajar dari jemaat mula-mula yang tidak hanya menggemakan penyesalan dan rasa haru, tetapi menyatakan dalam pertobatan hidup yang akhirnya memberikan dampak positif bagi gereja dan orang-orang di sekitarku. Amin. 

TINDAKANKU
Menjadikan hari raya Jumat Agung dan Paskah sebagai peringatan yang terus menerus dalam perjalanan hidup kita untuk menghasilkan buah-buah yang sesuai dengan pertobatan. Sebutkan 1 dosa yang Anda sesali dan lakukanlah transformasi diri.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»