suplemenGKI.com

Dikasihi

Yohanes 20:1-18

Pengantar

Selamat hari raya Paskah. Entah sudah berapa kali kita merayakan paskah. Entah sudah berapa kali pula kita membaca, mendengar, bahkan merenungkan kisah kebangkitan Kristus. Dan kali ini kita melakukannya sekali lagi dengan merenungkan Yohanes 20:1-18.

Pemahaman

-   Siapakah Maria yang berjumpa dengan Kristus di area kubur Yusuf Arimatea itu?

-   Seandainya Saudara berada pada posisi Maria, bagaimana perasaan Saudara?

Ada banyak orang bernama Maria di dalam Alkitab, dan sebagai pembeda dari Maria-Maria yang lain tersebut Maria yang satu ini disebut Maria Magdalena, artinya Maria yang berasal dari Magdala, sebuah kota nelayan di tepi barat Danau Galilea. Di seluruh Alkitab, setidaknya nama Maria Magdalena muncul tiga kali. Pertama pada masa pelayanan Kristus, Maria Magdalena disebut dalam kelompok perempuan yang mendukung pelayanan Kristus (Luk. 8:1-3). Kedua, pada peristiwa penyaliban Kristus, Maria Magdalena merupakan salah satu saksi mata bersama dengan Maria ibu Yesus (Yoh. 19:25). Dan ketiga, pada peristiwa kebangkitan Kristus (Yoh. 20:1-18).

Dalam perikop yang kita renungkan hari ini, kita melihat bagaimana kesedihan hati Maria Magdalena yang tidak menemukan jasad Kristus yang bangkit. Dua hari sebelumnya, hati Maria sudah hancur menyaksikan kematian Kristus yang telah menyelamatkan hidupnya dari cengkeraman tujuh roh jahat (Luk. 8:2). Dalam kepedihan hatinya itu Maria tetap berjuang untuk memberikan yang terbaik, mempersiapkan rempah-rempah untuk ditaburkan pada jasad Kristus. Sekalipun dia tidak tahu bagaimana cara menggulingkan batu penutup kubur Kristus itu, Maria dan beberapa perempuan lainnya tetap melangkahkan kaki menuju kubur. Tak disangka bahwa kepedihan hati Maria semakin menjadi karena ia melihat kubur sudah terbuka dan mayat Kristus tidak ada di dalamnya.

Di dalam kesedihan hatinya itu ternyata Kristus menunjukkan kepedulian-Nya. Kristus hadir, menampakkan diri kepada Maria. Di sini kita melihat contoh konkrit dari apa yang difirmankan dalam Mazmur 34:19, “TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati”. Kenyataan ini merupakan salah satu kabar baik yang perlu kita ingat dalam rangkaian perayaan Paskah. Sayangnya, kabar baik ini kadang kurang sejalan dengan respons yang seharusnya. Maria Magdalena tidak menyadari kehadiran Kristus yang menghiburkan itu, sekalipun pada akhirnya Maria menyadarinya.

Refleksi

Seringkali kita tidak dapat menduga ada hal-hal yang menghancurkan hati terjadi dalam perjalanan hidup kita. Dan kesedihan itu semakin terasa berat bila kita merasa ditinggalkan oleh Allah. Namun sesungguhnya Tuhan tidak pernah meninggalkan kita pada saat hati kita sedang hancur. Kalau Pemazmur berkata, “TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati” dan Maria Magdalena juga mengalami kebenaran tersebut, maka kitapun juga akan mengalami hadirnya Tuhan dalam pergumulan kita.

Tekad

Doa: Bapa surgawi tolong saya untuk menyadari kehadiran-Mu di tengah-tengah pergumulan hidup yang meremukkan hati saya, amin.

Tindakan

Saya akan menghafalkan Mazmur 34:19, “TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati”.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«