suplemenGKI.com

AKHIR TAHUN: AKU BERTUMBUH?

Lukas 2:39-52

 

PENGANTAR
Hari ini kita berada di penghujung tahun 2017 dan besok kita memasuki Tahun Baru 2018.  Peristiwa pergantian waktu setiap tahun akan menjadi lebih bermakna apabila kita merenung ulang rekam jejak selama 365 hari.  Adalah baik jika kita mengambil waktu teduh untuk mengambil tekad yang baru di dalam anugerah-Nya agar kita menjadi pribadi yang bertumbuh.  Mari merenungkan apakah kita sudah bertumbuh?

PEMAHAMAN

  • Ayat 39-40      : Bagaimana Yesus memberi teladan bertumbuh? Pertumbuhan apa saja yang terjadi dalam diri Yesus?
  • Ayat 52           : Apa dampak pertumbuhan yang dialami Yesus?
  • Bercermin dari pertumbuhan Yesus, dalam hal apa diri kita sudah bertumbuh atau belum bertumbuh?

Menjelang pergantian tahun!  Berarti usia dunia dan usia diri kita, bertambah satu tahun lagi.  Secara umum pertambahan usia, seharusnya dibarengi dengan pertumbuhan.  Dalam perenungan ini mari kita bertanya kepada diri kita masing-masing “apa yang sudah bertumbuh pada diriku sepanjang tahun yang lalu?”   Pada dasarnya setiap makhluk hidup seharusnya terus bertumbuh.  Bila sudah tidak ada pertumbuhan berarti mati.  Mungkin kita tidak lagi bertumbuh secara fisik.  Mungkin kita berhasil menstabilkan berat badan dengan diet.  Namun ada hal-hal lain yang harus terus bertumbuh, tidak boleh berhenti.

Sebagai manusia yang lahir untuk mengasihi dunia ini, Yesus memberi teladan pertumbuhan.  Ay. 40 “Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea.  Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya  Yesus yang masih remaja secara fisik mengalami pertumbuhan (ay.40).  Seiring dengan pertumbuhan fisik-Nya, sebagai manusia Yesus juga mengalami pertumbuhan intelektual dan mental (ay.40).  Hal itu ditunjukkan lewat kemampuan-Nya berdialog dengan para alim ulama di bait Allah.  Semua orang heran dengan kecerdasan-Nya (ay.46-47).  Pertumbuhan dalam diri Yesus secara fisik, intelektual, mental, kecerdasan dan juga kerohanian.  Pertumbuhan kerohanian-Nya ditunjukkan bahwa “Ia semakin dikasihi Allah, dan juga dikasihi manusia” (ay.52).  Artinya, secara relasi sosial pun Yesus bertumbuh.

Diusia-Nya yang masih remaja, seperti kebanyakan remaja lainnya, Yesus bertumbuh pada segala aspek kehidupan-Nya.  Karena itu sudah seharusnya kita, pengikut-pengikut-Nya, meneladani Dia dalam hal bertumbuh.  Setiap aspek dalam kehidupan kita pun harus diperhatikan dan diberi kesempatan untuk bertumbuh, sehingga kita seperti Yesus yang semakin bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.

REFLEKSI
Mari merenungkan: anak Tuhan harus bertumbuh dalam segala aspek supaya hidupnya semakin menyukakan hati Allah dan semakin menjadi berkat bagi sesama. 

TEKADKU
Tuhan tolonglah, di akhir tahun ini aku mau membuka hati untuk merefleksi pertumbuhan hidupku apakah aku sudah bertumbuh pada segala aspek kehidupan, termasuk kerohanianku.

TINDAKANKU
Aku mau mengusahakan pertumbuhan dengan cara meninggalkan hal-hal yang menghambat pertumbuhanku.  Di akhir tahun ini aku mau menyatakan tekad di hadapan-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«