suplemenGKI.com

MENGASIHI SESAMA

Markus 12:31-34

 

Pengantar

Pernahkah Saudara menemukan di dalam Alkitab suatu perintah eksplisit untuk mengasihi diri sendiri? Mungkin kita tidak akan pernah menemukan pengajaran seperti itu, sebab pada umumnya persoalan manusia bukanlah mengalami kesulitan dalam mengasihi diri sendiri. Persoalan yang seringkali muncul adalah seringkali manusia terlalu mengasihi diri sendiri sehingga tidak lagi memiliki ruang untuk mengasihi sesamanya.

Pemahaman

-  Apakah pengertian dari “kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” bagi saudara?
-  Apakah hambatan-hambatan yang Saudara alami dalam mengasihi sesama seperti diri sendiri?

Perintah untuk mengasihi sesama sebenarnya bukan baru diajarkan Tuhan Yesus di dalam ayat ini, tetapi sudah pernah dikemukakan di dalam kesempatan yang lain. Matius mencatat pengajaran Tuhan Yesus ini di dalam kumpulan khotbah di bukit, “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” (Mat. 7:12).

Mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri berarti memperlakukan sesama seperti kita ingin diperlakukan. Sangat mungkin kita belum diperlakukan seperti yang kita harapkan, meskipun demikian, kita diperintahkan untuk mengasihi sesama itu sesuai dengan apa yang kita harapkan, bukan sesuai dengan perlakuan yang kita terima. Pada waktu kita menginginkan agar orang lain menyapa kita sambil tersenyum bila bertemu dengan kita maka kita perlu menyapa orang lain sambil tersenyum pada waktu bertemu dengan orang lain, sekalipun orang tersebut tidak atau belum menyapa kita sambil tersenyum pada waktu berjumpa dengan kita seperti yang kita harapkan. Dengan demikian pengajaran “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” bukanlah pengajaran balas jasa, yang mengajarkan kita untuk membalas kebaikan dengan kebaikan atau sebaliknya, melainkan mengajarkan agar kita tetap bertindak benar sekalipun kita diperlakukan tidak benar, tetap belajar mengasihi sekalipun kita tidak diperlakukan dengan kasih.

Refleksi

Kita hidup di dalam dunia yang sudah diliputi dosa. Tidak jarang kita melihat adanya situasi dimana orang yang sudah melakukan tindakan kasih sekalipun, malah mendapat balasan yang menyakitkan. Prinsip hidup balas jasa tidak akan menolong kita hidup benar di hadapan Allah. Melihat kenyataan hidup yang demikian, siapkah kita untuk mengasihi sesama seperti kita mengasihi diri kita sendiri?

Tekad

Doa: Bapa surgawi, tolong saya untuk tidak mengasihi sesama dengan prinsip balas jasa, melainkan dengan hati yang mau taat akan firman-Mu, amin.

Tindakan

Saya akan berdoa bagi tiga orang yang telah melukai hati saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«