suplemenGKI.com

Minggu, 31 Mei 2015

30/05/2015

Yohanes 3:16-21

HIDUP YANG TRINITARIS

 

PENGANTAR

Integritas dipahami sebagai menyatunya kata dan tindakan dalam karya nyata.  Bila konsep ini dikaitkan dengan kebenaran tentang Trinitas Allah, maka sikap hidup Kristen yang dipraktikkan bersifat trinitaris.  Artinya, sikap hidup yang selaras dengan pengakuan percaya akan Trinitas Allah.  Seperti apa sikap hidup trinitaris itu?  Mari bersama-sama belajar.

 

PEMAHAMAN

Ayat 16:  apa konsekuensinya ketika Allah mempunyai kasih yang besar pada dunia?
Ayat 17:  apa tujuan Allah mengutus Anak tunggal-Nya?

Ayat 18-19:  apa beda hidup antara mereka yang menerima dan menolak Yesus?

Ayat 21:  apa kriteria sikap benar dalam kehidupan?

Bisakah anda mengucapkan isi ayat 16-17 tanpa membuka Alkitab?

Sudahkah anda menerima Yesus dalam hidup?

Pengajaran Trinitas terlihat jelas melalui bacaan hari ini.  Karya keselamatan dimulai dari Allah yang penuh kasih kepada dunia ini. Kata “Allah” di sini maknanya sama dengan: “baiklah kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita” (Kej. 1:26). Jadi keputusan berikutnya dimana “Ia mengaruniakan AnakNya yang tunggal” (ayat 16) merupakan keputusan bersama antara Bapa, Anak dan Roh Kudus dalam keesaan-Nya sebagai Allah, yang dari awal tidak terpisah adanya.  Bukan hanya dalam keinginan tetapi juga nyata dalam tindakan pengutusan dan penyertaan kepada mereka yang percaya kepadaNya.  Kebenaran ini membawa konsekuensi trinitaris pula bagi manusia.  Mereka yang menerima dan tidak menolak anak-Nya berarti juga menerima Allah yang mengutus-Nya, sehingga ia tidak lagi berada di bawah hukuman.  Namun sikap hidup trinitaris bukan sekadar percaya kepada Sang Anak yang telah diutus oleh Allah, Sang Bapa.

Sikap hidup trinitaris bersumber dari kesatuan karya Allah yang kudus bagi mereka yang percaya kepada-Nya.  Maka sikap hidup trinitaris yang dimaksud adalah membenci segala perbuatan yang jahat.  Orientasi sikap hidup trinitaris: “tetapi barangsiapamelakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah” (ayat 21).  Orientasi sikap hidup seperti ini merupakan panggilan hidup bagi orang-orang percaya. Satunya (= menyatunya, kesamaan) iman dan tindakan dalam karya kehidupan.  Keduanya, yaitu iman dan tindakantidak bertentangan tapi saling menegaskan kebenaran yang sama tentang Allah yang penuh kasih.  Jadi, mari kita wujudkan sikap hidup trinitarissehingga dunia tahu dan percaya kepada Allah yang telah membenarkan dan mengutus anak tunggal-Nya.

 

REFLEKSI
Mari kita diam sejenak merenungkan iman dan tindakan kita.  Apakah iman dan tindakan kita menyatu?  Allah memanggil kita untuk bersikap dan bertindak sebagaimana kebenaran iman kita.

TEKADKU
Tuhan tolonglah: Aku mau berusaha mempraktikkan sikap hidup trinitaris yaitu menyatunya iman dan tindakan dalam hidup sehari-hari.

TINDAKANKU
Hari ini dan seterusnya aku mau mewujudkan sikap hidup yang bersumber dari imanku kepada-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»