suplemenGKI.com

Mazmur ini digolongkan sebagai nyanyian perseorangan (ay. 1, 33-34, 35c).  Dalam perkembangannya mazmur ini digunakan sebagai bagian liturgi ibadah untuk menyambut hari raya panen.  Sekarang mazmur ini kita baca pada hari Pentakosta, yang juga berlatar belakang perayaan musim menuai orang-orang Yahudi.  Secara keseluruhan mazmur ini berisi puji-pujian atas kuasa Tuhan yang bekerja di alam semesta.  Sesuai dengan daftar bacaan leksionari yang kita gunakan, kita hanya memberi perhatian khusus hanya kepada ay.24-35.

·   Ay. 24-26. Hal apa yang menjadi pokok pujian dari bagian ini?  Sifat Tuhan yang manakah yang diagungkan secara khusus di bagian ini? (lihat ay. 24)

·   Ay. 27-30. Apa yang diberikan Tuhan kepada mahluk-mahluk ciptaan-Nya?  Sifat Tuhan yang manakah yang diberi perhatian khusus di bagian ini?  Apa yang dapat kita pelajari mengenai hubungan kita dengan Tuhan? 

·   Ay. 31-35.  Dalam penutupnya pemazmur memanjatkan doa dan sekaligus menyatakan tekad/ komitmennya.  Doa apakah yang dipanjatkan pemazmur?  Tekad/ komitmen apa yang diberikannya kepada Tuhan?

·   Dalam kehidupan Anda, kapankah Anda mengalami pertolongan Tuhan yang bijaksana?  Bagaimana Anda bersyukur atas pengalaman tersebut?

·   Dalam kehidupan Anda, kapankah Anda mengalami pemeliharaan Tuhan, sang pemberi hidup?  Bagaimanakah Anda bersyukur atas pengalaman tersebut?

 

Renungan

Perbuatan (karya) Tuhan di alam semesta menjadi tema pokok dalam syair pujian ini.  Selain kuantitas (”Betapa banyaknya . . .”), pemazmur juga mengungkapkan keberagaman dan keselarasan yang ada di dalamnya.  Binatang-binatang yang kecil dan besar , serta kapal-kapal mengisi lautan ciptaaan-Nya.  Untuk menegaskan keselarasan itu pemazmur menggunakan ungkapan yang manis, ”bermain” (ay.26).  Lebih dari sekedar mengungkapkan kekuasaan-Nya, pemazmur hendak bersaksi tentang kebijaksanaan-Nya (ay.24).

Kebijaksanaan Tuhan juga terungkap melalui kesanggupannya memelihara seluruh ciptaan-Nya.  Seluruh mahluk diberi-Nya makan pada waktunya.  Sungguh, sebuah ungkapan yang rinci dan jelas mengenai pemeliharaan Tuhan.  Dengan ungkapan ini pemazmur mengajak setiap orang yang mendengarkan puji-pujian ini (terutama kita yang suka menyombongkan dirinya) agar menyadari kebergantungan kita kepada Tuhan.  Dari sinilah berasal respon/ tanggapan yang tepat atas setiap bentuk berkat yang kita terima dari-Nya.

Melihat kebijaksanaan-Nya dan menyadari kebergantungan manusia kepada-Nya, pemazmur memanjatkan doa dan menyatakan janjinya.  Pemazmur berdoa agar Tuhan terus bekerja di alam semesta ciptaan-Nya sehingga umat-Nya senantiasa bersukacita.  Pemazmur juga berdoa agar Tuhan senantiasa memelihara ciptaan-Nya, sehingga tidak dirusak oleh tangan-tangan orang berdosa.  Namun, selain berdoa, pemazmur juga menyatakan tekadnya untuk memuliakan Tuhan seumur hidupnya (ay.33).  Bagaimana dengan Anda?

 

Aku hendak menyanyi bagi TUHAN selama aku hidup, aku hendak bermazmur bagi Allahku selagi aku ada. (Mazmur 104:33)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*