suplemenGKI.com

Lukas 15:1-3,11-32

HIDUP DALAM PENGAMPUNAN

Pengantar
Kisah “Anak yang hilang” adalah perumpamaan yang cukup sering kita dengar. Kisah ini sarat makna membuat kita melihat kembali hubungan kita dengan Tuhan. Gambaran manusia diibaratkan anak sulung dan anak bungsu. Keduanya hidup dalam kasih sang Bapa. Namun anak bungsu pergi dan hidup menyia-nyiakan pemberian ayahnya. Dalam keterpurukan hidup, si anak bungsu ingat untuk kembali kepada ayahnya. Dan dengan penuh kasih sang ayah menyambutnya tanpa memperhitungkan kesalahannya. Inilah kisah bagaimana pengampunan Allah berikan bagi umat-Nya yang benar-benar mau bertobat.

Pemahaman

Ayat 1-3               Apa yang dipermasalahkan orang-orang Farisi?

Ayat 11-21          Pesan apa yang hendak disampaikan Yesus kepada orang Farisi?

Orang-orang Farisi selalu berusaha mencari kesalahan Yesus. Mereka berusaha mendapatkan alasan untuk menangkap dan menyingkirkan Yesus. Namun upaya itu selalu gagal karena mereka tidak mendapati kesalahan apapun dalam diri Yesus. Termasuk ketika mereka mendapati Yesus bergaul dengan pemungut cukai dan orang berdosa (ayat 1-3). Ketika orang Farisi memperlihatkan ketidaksetujuan mereka terhadap apa yang Yesus lakukan, sekali lagi Yesus menyampaikan perumpamaan sebagai bentuk kritik terhadap sikap orang Farisi. Orang Farisi memandang pemungut cukai dan orang berdosa sebagai kelompok yang harus disisihkan dan tidak boleh menjadi bagian dari masyarakat. Namun Yesus berpadangan lain. Yesus melalui perumpamaan anak yang hilang hendak mengingatkan bahwa kasih Allah tidak bisa dibatasi oleh apapun dan siapapun. Allah mengasihi semua orang dan terbuka hati untuk mengampuni siapapun yang datang kepada-Nya.

Allah telah memperlihatkan kasih-Nya kepada semua orang. Allah mengampuni semua orang berdosa. Bagi Allah siapa yang mau terbuka dan dengan tulus hati datang kepada-Nya akan beroleh pengampunan. Itulah sebabnya umat diajak untuk hidup dalam pengampunan. Umat adalah orang-orang yang telah menerima kasih karunia dari Allah. Umat telah diampuni dosanya. Oleh karenanya maka umat dituntut untuk memiliki kebesaran hati menerima dan mengampuni kesalahan orang lain.

Refleksi
Sudahkah kita hidup dalam pengampunan? Sudahkah kita mengampuni sesama kita yang melakukan kesalahan kepada kita? Allah telah mengampuni kita. Allah telah memperlihatkan kasih-Nya yang tidak terbatas.

Tekadku
Ya Allah ampunilah segala kesalahan kami. Mampukan kami untuk tulus mengampuni sesama kami yang telah menyakiti hati kami.

Tindakanku
Tetap mengasihi sesama yang telah menyakiti hati dan melakukan kesalahan kepada kita. Bersedia mengampuni sesama yang bersalah kepada kita.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«