suplemenGKI.com

Minggu, 31 Juli 2016

30/07/2016

Kaya Harta Tapi Hidup Sia-Sia

Lukas 12:16-21

 

Pengantar
Jika kita sering mengikuti berita di media elektronik maupun media sosial, kita akan melihat maraknya berita kriminal hanya karena rebutan harta atau warisan. Tragisnya masalah harta berujung pada maut. Dan ia pun tak dapat menikmati hartanya. Banyak orang mengira kebahagiaan hidup diperoleh ketika memiliki banyak harta maka orang cenderung mengumpulkan harta di dunia dibandingkan “harta di sorga”. Marilah kita merenungkannya.

Pemahaman

  • Ayat 16-17    : Kebingungan apakah yang sedang dialami oleh orang kaya dalam bagian ini?
  • Ayat 18-19    : Apakah yang akan dilakukan orang kaya itu terhadap hartanya?
  • Ayat 20-21    : Apa yang terjadi pada orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri?

Lukas 12:16-21 merupakan lanjutan dari ayat 13-15. Sebelum perumpamaan tentang orang kaya yang bodoh ini disampaikan oleh Yesus, Yesus bercakap-cakap dengan salah seorang dari orang banyak yang mendengarkan pengajaran-Nya. Yesus menyampaikan perumpamaan tentang orang kaya yang mengalami kebingungan tentang apa yang harus diperbuat terhadap hartanya, sebab ia tidak memiliki tempat untuk menyimpan hasil ( v. 17 ). Dari ayat inilah kita jumpai bahwa orang kaya itu terus menumpuk harta kekayaan. Ia tak pernah puas dengan harta miliknya. Dalam keegoisannya ia akan mendirikan lumbung yang lebih besar ( v. 18 ). Di sinilah ketamakannya semakin memuncak. Bahkan setelah panen, ia berpikir bahwa kekayaan akan membuatnya tenang, sejahtera, dan berkelimpahan (v. 19 ). Sangkanya dengan hartanya, ia akan bahagia dan dapat bersenang-senang selamanya. Ia lupa bahwa hidupnya tidak bergantung pada harta. Ia lupa bahwa hidupnya adalah milik Tuhan dan sewaktu-waktu diambil Tuhan. Oleh sebab itu Yesus berfirman dengan keras bahwa orang yang gila harta tidak akan membawa keuntungan apa-apa dalam hidupnya, bahkan akan mengalami kesia-siaan.

Hidup bergelimang harta tidak menjamin manusia untuk selamat sebab keselamatan bersumber pada Tuhan. Jika hidup ini berakhir, untuk siapakah harta yang sudah dikumpulkan bertahun-tahun? Bukankah justru akan menjadi kesia-siaan? Bila kekayaan tidak disikapi dengan bijak maka akan menjadi sia-sia, tidak dapat menjadi berkat. Tidak dilarang mengumpulkan harta tapi jangan hanya kaya harta di dunia melainkan harus pula kaya “harta di sorga”; kaya iman; kaya di hadapan Allah. Jangan habiskan waktu hidup di dunia ini hanya dengan mengejar harta kekayaan melainkan gunakan waktu hidup di dunia ini juga untuk beribadah dan memuliakan Tuhan setiap hari, hidup dalam kebenaran Firman Tuhan, hidup di jalan keselamatan yang Tuhan sediakan. Itulah hidup kaya di hadapan Allah. Orang yang hidup beriman dan kaya di hadapan Allah akan dapat menikmati setiap berkat Tuhan dan menjadi saluran berkat bagi siapa pun. Hidupnya tidak sia-sia.

Refleksi
Ingatlah berapa banyak harta Saudara? Renungkanlah: ke manakah larinya harta yang sudah Saudara miliki? Apakah harta itu itu telah membutakan mata rohani ataukah semakin membuat Saudara memuliakan Tuhan?

Tekad
Ya Tuhan, mampukanlah aku untuk tidak hanya mengejar kekayaan harta di dunia tapi juga berjuang untuk menjadi pribadi yang kaya iman di hadapan-Mu.

Tindakan
Mulai hari ini aku akan selalu mendekat kepada Tuhan agar dapat mengabdikan harta kekayaanku bagi kemuliaan Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«