suplemenGKI.com

Minggu, 31 Juli 2011

30/07/2011

Motivasi dalam Melayani

 Matius 14:13-21

Apakah Saudara seorang aktivis gereja yang sudah kawakan? Atau masih sebagai aktivis barusan? Atau malah belum pernah terlibat dalam pelayanan sama sekali? Siapapun kita, hari ini adalah hari yang tepat untuk merenungkan kembali arti sebuah pelayanan bagi diri kita.

-  Buatlah daftar tentang hal-hal apa saja yang membuat orang terlibat dalam pelayanan.

-  Konsep pelayanan seperti apakah yang dapat kita pelajari dari kisah Yesus memberi makan lima ribu orang lebih ini? 

Renungan

Matius mencatat bahwa setelah mendengar berita tentang kematian Yohanes Pembaptis, Yesus menyingkir dari wilayah hukum Herodes dan hendak mengasingkan diri. Matthew Henry menegaskan bahwa yang membuat Yesus mengambil tindakan ini bukanlah karena mendengar tentang kematian Yohanes melainkan tentang pikiran Herodes mengenai Dia, bahwa Dia adalah Yohanes Pembaptis yang sudah bangkit dari antara orang mati, sehingga membuat Herodes begitu takut terhadap Dia sampai sangat membenci-Nya.

Namun keinginan untuk menenangkan diri itu harus dibatalkan karena ternyata orang banyak berbondong-bondong mengikuti-Nya. Dalam beberapa kesempatan Matius mencatat bagaimana orang banyak berbondong-bondong mengikut Yesus, yatiu di masa awal pelayanan-Nya (Mat. 4:25), lalu setelah selesai khotbah di bukit (Mat. 8:1), kemudian pada saat mengajar di danau Tiberias (Mat. 13:2; 15:30), dan juga pada waktu keluar dari Yerikho (Mat. 20:29). Akan tetapi situasinya kali ini berbeda. Orang banyak itu baru saja kehilangan salah satu public figure mereka, Yohanes Pembaptis yang kepalanya dipenggal Herodes. Orang banyak itu membutuhkan panutan dan penguatan. Mereka datang membawa beban pergumulan masing-masing, termasuk orang-orang yang mereka cintai yang sedang menderita sakit. Yesus melihat kebutuhan yang besar ini, dan hati-Nya tergerak. Yesus bisa saja memaksakan diri untuk “melarikan diri” dari orang banyak itu sehingga Ia benar-benar dapat menyendiri saat itu juga. Tetapi hal tersebut tidaklah dilakukan-Nya. Di kemudian kita akan tahu bahwa Yesus memilih untuk melayani mereka terlebih dahulu, barulah kemudian Dia melanjutkan niatnya untuk mengasingkan diri (Mat. 14:23).

Kadang kita terlibat dalam pelayanan karena terjebak oleh situasi. Kita tidak dapat melarikan diri dalam situasi tersebut, sehingga tak berdaya untuk berkata tidak terhadap tawaran pelayanan tersebut. Akibatnya, kita seolah-olah melayani Tuhan, tapi sebenarnya kita sedang melayani manusia. Tanpa kita sadari, kita melayani tidak dengan sepenuh hati, karena sebagian hati kita sedang dongkol, kecewa, bahkan marah. Akan berbeda cerita kalau kita melihat bahwa situasi yang seakan mendesak kita dan tidak memberi pilihan kepada kita itu adalah wujud panggilan Allah agar kita melihat orang-orang yang butuh untuk dilayani. Kristus melakukan hal ini, maka Ia dengan sukarela dan sukacita melakukan pelayanan sampai tuntas. Sementara para murid seakan berkata, “Cukuplah Tuhan pelayanan kita kepada mereka, dan kini suruh mereka pulang”, Kristus tidak mau mengikuti saran tersebut. Sungguh indah pelayanan yang lahir dari hati yang tergerak oleh belas kasihan. 

=====================================================================================

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«