suplemenGKI.com

SIKAP TERHADAP AJARAN-NYA

Lukas 4:21-30

 

PENGANTAR
Kemarin kita telah merenungkan bagaimana Yesus memberi teladan dan mengajar di kota dimana Dia dibesarkan, yaitu Nazaret.  Sebelumnya Dia berada di Galilea.  Alkitab mencatat bahwa pada saat Dia mengajar di Galilea, reaksi (sikap) orang banyak adalah ‘semua orang memuji Dia’ (ay.15).  Lalu bagaimana sikap orang-orang Nazaret?  Mari kita belajar!

PEMAHAMAN
Ayat 22: Bagaimana sikap orang-orang Nazaret terhadap ajaran Yesus?

Ayat 24: Bagaimana sikap Yesus atas penolakan dari orang-orang di Nazaret?

Bagaimana sikap kita atas kehadiran dan ajaran Yesus?

Kehadiran Yesus di Nazaret, hendak menegaskan siapa diri-Nya dan misi pelayanan-Nya di dunia ini.  Dalam rumah ibadah, dengan tegas Dia mengajar kebenaran diri-Nya dan misi dari Bapa-Nya itu (ay.18-19, ingat renungan kemarin).  Bagaimana sikap orang-orang Nazaret setelah mendengar pernyataan mesianik yang disampaikan Yesus?  Ay.22 “Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya, lalu kata mereka: “Bukankah Ia ini anak Yusuf?”  Orang-orang Nazaret kagum atas pengajaran-Nya tetapi meragukan Yesus, yang sudah mereka kenal latar belakang keluarga-Nya itu.  Dengan kata lain, orang-orang Nazaret meragukan kualitas dan kapabilitas Yesus.  Terlebih mereka tidak bisa menerima Yesus, ‘anak Yusuf’, yang sudah sejak kecil ada bersama mereka adalah Mesias yang dinantikan selama ratusan tahun.Walaupun Yesus sudah mengajarkan itu berdasarkan nubuat Yesaya.  Orang-orang Nazaret tidak bersedia mencerna dan menerima ajaran Yesus, tidak seperti sikap orang-orang Galilea.

Lalu bagaimana sikap Yesus?  Dia tetap mengajar dan berkata “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya” (ay.24).  Yesus menyebut ‘nabi’ untuk menanggapi sikap orang-orang Nazaret itu.  Dengan kata lain, Yesus memahami penolakan itu tetapi juga mengajak untuk bersikap benar (hormat) terhadap seseorang yang dipercaya dalam sebuah panggilan Ilahi.  Yesus memperkuat pernyataan-Nya dengan mengungkapkan sikap nenek moyang mereka (Israel) terhadap nabi-nabi Allah, seperti Elia dan Elisa.  Orang-orang Israel tidak memikirkan dampak dari penolakan tersebut terhadap generasi selanjutnya di hadapan Allah.  Kabar baik yang dibawa oleh nabi-nabi terdahulu, yang seharusnya untuk mereka dengar karena berhubungan dengan masa depan mereka sebagai umat, akhirnya diberikan kepada orang-orang non Yahudi yaitu janda di Sarfat dan Naamanorang Siria (ay.24-27).  Orang-orang Nazaret marah terhadap pernyataan Yesus sehingga mereka mau membinasakan-Nya.  Sikap itu membuktikan bahwa benar apa yang Yesus katakan.  Dan penolakan terhadap Yesus dan misi-Nya berakar dari hati yang tidak mau percaya perkataan-Nya.

REFLEKSI                                                                      
Mari merenungkan: Kepercayaan kepada Yesus akan membawa kepada penerimaan dan penyembahan yang sejati. Apakah kita sudah percaya dan menerima Dia?

TEKADKU
Tuhan tolong aku untuk selalu membuka hati belajar percaya perkataan-Mu.

TINDAKANKU
Aku mau mendekatkan hati kepada-Nya dan selalu belajar percaya perkataan-Nya dalam keadaan apapun.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«