suplemenGKI.com

Matius 16:21-28.

 

Jalan Derita Yesus Yang Menuju Penyelamatan

 

Pengantar:
Ada seorang bernama John Egglen dari Colchester – Inggris. Ketika musim salju turun, semua jalan tertutup oleh salju. Pada suatu hari Minggu kondisi jalan bersalju semakin tebal. John mulai ragu apakah dia tetap berangkat ke gereja atau tidak. Kalau ia memaksakan diri untuk tetap berangkat berarti ia harus berjalan kaki puluhan kilometer melewati salju ke gereja. Namun tanggungjawabnya sebagai seorang diaken ia memutuskan tetap berangkat. Sampai di gereja hanya ada 12 orang jemaat dan 1 orang remaja usia 13 tahun. Pendeta ternyata tidak bisa datang karena rumahnya tertimbun salju. Sebagian jemaat menyarankan kebaktian ditiadakan, namun Egglen tetap mengadakan kebaktian dan dirinya sendiri yang berkhotbah. Khotbahnya begitu buruk karena dia bukan pengkhotbah, tidak ada persiapan serta baru pertama kali berkhotbah. Setelah mendengar khotbah diaken Egglen, remaja 13 th tadi menyerahkan diri kepada Tuhan. Remaja 13 th itu adalah Charles Haddon Spurgeon, yang kemudian menjadi pengkhotbah terkenal di Inggris. Andai saja Egglen tidak menembus salju berangkat menuju gereja, mungkin Inggris dan kekristenan tidak akan pernah memiliki seorang hamba Tuhan dan pengkhotbah hebat yang bernama Charles Haddon Spurgeon.

Pemahaman:

  1. Apa korelasi antara sikap simpati Petrus dengan teguran Yesus (v. 22-23)!
  2. Apa inti dari pernyataan Yesus bahwa “setiap orang…………(lih. v. 24-26)!

Perikop Matius 16:21-28, merupakan kali pertama Yesus memberitahukan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia akan menanggung banyak penderitaan dan akan dibunuh oleh pihak-pihak yang memusuhi-Nya (v.21) Hal itu mendapat reaksi simpatik dari Petrus, seakan Petrus tidak rela penderitaan itu terjadi terhadap gurunya. Mungkin banyak orang appreciate dengan sikap Petrus itu, tetapi mengapa Yesus justru memarahinya bahkan menyebutnya iblis yang artinya penggoda yang menunjukan bahwa Yesus benar-2 marah kepadanya! Ternyata Petrus tidak mengerti apa yang menjadi kehendak Allah melalui Yesus Kristus. Kehendak Allah bagi Yesus adalah Dia akan menderita sampai mati untuk menyelamatkan manusia berdosa, agar manusia dapat beroleh keselamatan kekal (band. Yoh 3:16)

Jika kita mengaku sebagai pengikut Yesus, maka kita juga harus rela dan tanpa kompromi untuk siap sedia menderita, berkorban dan membayar harga agar karya keselamatan Kristus itu terwujud lewat kehidupan kita. Misalnya, Yesus tidak akan pernah dikenal oleh orang lain jika pengikut-2Nya adalah orang-2 yang mementingkan diri sendiri, tidak siap berkorban untuk pelayanan, tidak siap berlelah-lelah untuk melayani Tuhan, selalu mengelak ketika dipercayai tanggungjawab pelayanan. Tuhan Yesus telah rela melewati jalan penderitaan demi menyelamatkan kita itu adalah anugerah terindah, bagaimana dg kita?

 

Refleksi:
Renungkan sejenak, apa yang telah kita korbankan untuk membalas kasih Yesus bagi kita?

Tekad:
Tuhan, aku mau memperkenalkan Engkau kepada orang lain walaupun harus berkorban.

Tindakan:
Aku berkomitmen, akan melakukan pelayanan dengan sukacita walau harus berkorban.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«