suplemenGKI.com

Markus 9:42-50

Jaga Segelmu!

 

Bagi sebagian besar orang tentu saja tidak asing dengan istilah “JANGAN DITERIMA BILA SEGEL RUSAK” yang biasanya menempel di kemasan produk tertentu pada saat kita membelinya.  Peringatan tersebut tentu saja bermaksud untuk:

  1. Melindungi kepentingan konsumen dan produsen agar produk tersebut dapat memberi nilai manfaat sesuai dengan yang diharapkan.
  2. Menjamin kemurnian/ keaslian serta kualitas produk tersebut sesuai standard yang berlaku.

Kondisi diatas hampir sama dengan bacaan kita pada hari ini.

Pertanyaan Penuntun:

  1. Bagaimana bentuk penyesatan yang dilarang oleh Tuhan Yesus kepada para muridNya? (ayat 42-48)
  2. Bagaimana menjaga kemurnian hidup kita agar dapat berkenan bagi Tuhan ? (ayat 50)
  3. Bagaimana kita dapat menjalankan fungsi sebagai “garam yang baik” ? (ayat 50)

 

RENUNGAN

Perikop yang kita renungkan ini masih terkait dengan perikop-perikop sebelumnya mengenai pentingnya memiliki kualitas hidup yang baik selaku para murid Tuhan Yesus.

Dalam bacaan hari ini kita diingatkan bahwa ada 2 bentuk penyesatan yaitu :

  1. Penyesatan yang dilakukan terhadap orang lain.  Dalam hal ini diistilahkan terhadap “anak-anak kecil”, yang oleh beberapa penafsir diartikan sebagai orang percaya yang masih baru atau orang-orang yang sederhana.  Mereka ini masih belum memiliki iman yang berakar dengan kuat.  Bentuk penyesatan seperti ini banyak sekali dijumpai di sekeliling kita yang bisa jadi melalui sarana antara lain media, teknologi,ajaran sesat,harta dan lain-lain.
  2. Penyesatan yang terjadi pada diri kita sendiri dan dilakukan oleh kita sendiri.  Dalam keadaan seperti itu hidup kita bukan menjadi BERKAT bagi orang lain namun justru menjadi “skandalon” (batu sandungan) bagi orang lain.  Bukankah hal seperti ini juga sering terjadi dalam hidup orang percaya?

 

Sebagaimana ilustrasi di atas maka Tuhan juga menginginkan agar SEGEL sebagai anak-anak Allah yang melekat pada diri kita tetap dijaga dan dipertahankan dengan sungguh-sungguh agar nantinya kita dapat DITERIMA dan DIKENAL oleh Tuhan pada akhir kehidupan kita sebagai hamba yang baik dan setia.  Ingin tahu bagaimana caranya?  Simaklah beberapa hal berikut ini :

  • Bertobat dan berani meninggalkan dosa-dosa kita (Markus 9:43-47)
  • Menjaga hidup kita sesuai dengan FirmanNya (Maz 119 : 9 )
  • Melakukan kehendak BAPA di Sorga selama hidup di dunia ini (Mat 7 :21).

Garam baru dapat dirasakan manfaatnya pada saat garam tersebut dipergunakan demikian pula kita baru berfungsi sebagai “garam” jika kita “masuk” dalam kehidupan dunia ini namun tetap tidak kehilangan jaati diri serta integritas sebagai anak Tuhan.  Ingatlah sebagaimana ilustrasi diatas bahwa kita tidak ubahnya adalah seperti sebuah produk sedangkan Tuhan sebagai produsen dan dunia sebagai konsumennya dimana produk tersebut baru dapat dirasakan keasliannya dan kemurniannya/kualitasnya jika SEGELnya tidak cacat atau rusak.

 

Ingatlah “jangan diterima bila segel rusak”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«