suplemenGKI.com

Markus 13:1-37

 

Pelayan yang Hidup dalam Kewaspadaan dan Kemurnian Hati

 

Pengantar
“Hiduplah seakan-akan engkau akan mati besok, belajarlah seakan-akan engkau akan hidup selamanya”, nasihat Mahatma Gandhi, pemimpin pergerakan kemerdekaan India. Yang sering dilakukan oleh banyak orang justru sebaliknya. Banyak orang enggan belajar karena merasa tak ada gunanya seperti kalau mereka esok sudah tiada, namun mereka hidup seenaknya seakan-akan  masih punya banyak waktu. Dalam keseharian, kitapun bisa tergoda untuk menyia-nyiakan kesempatan dan tanggung jawab yang Tuhan berikan. Kita hanya rajin bekerja saat diawasi, tetapi sembrono saat tidak ada pengawas. Apa jadinya ketika pengawas datang sewaktu-waktu dan mendapati kita tak bekerja sebagaimana mestinya?

 

Pemahaman
Dalam perikop ini diceritakan, Tuhan Yesus sedang mengajar para muridNya tentang keadaan pada Akhir Jaman. Menjawab pertanyaan Petrus, Yakobus, Yohanes, dan Andreas, Tuhan Yesus memulai penjelasanNya dengan sebuah peringatan agar mereka hidup dalam kewaspadaan (ayat 4-5), karena akan banyak penyesatan. Mereka juga dinasihati agar tidak gelisah (ayat 7) serta bertindak hati-hati dan tidak khawatir menghadapi aniaya (ayat 9-11).   Lebih lanjut Tuhan Yesus mengajar para muridNya agar pandai-pandai membaca tanda-tanda jaman (ayat 24-32). Namun yang terpenting dari antara nasihatNya adalah agar para murid hidup berhati-hati dan berjaga-jaga sebab tak seorangpun tahu kapan waktunya tiba  (ayat 33). Tuhan menggunakan ilustrasi hamba-hamba yang diserahi tanggung jawab oleh tuan mereka yang bepergian. Mereka harus terus berjaga-jaga, jangan sampai ketika tuan mereka datang didapatinya mereka tertidur (ayat 34-37). Hidup kita dapat diibaratkan seperti rumah yang dipercayakan oleh Tuhan kepada hamba-hambaNya. Bagaimana kita hidup sangat ditentukan bagaimana sikap dan tindakan kita terhadap apa yang sudah Tuhan percayakan.

 

Refleksi
Apakah selama ini aku sudah hidup seperti hari esok sudah tiada lagi bagiku? Ataukah sebaliknya aku hidup semau gue seakan-akan umurku tanpa batas?

 

Tekad
Aku mau mengembangkan sikap dan kebiasaan hidup seperti seorang hamba yang setia terhadap apa yang dipercayakan tuannya. Hidup dengan penuh kehati-hatian, kewaspadaan, dan kemurnian hati seakan-akan besok kita berjumpa dengan Tuhan, Sang Pemberi Hidup.

 

Tindakan
Sebagai wujud hidup yang bertanggungjawab secara utuh, dalam seminggu ini aku akan mengalihkan waktuku sebanyak satu jam dari bagian hidupku yang paling menyita perhatian (mis. keluarga, pelayanan, pekerjaan), ke bagian hidupku yang selama ini paling kurang aku perhatikan (mis. keluarga, pelayanan, pekerjaan).

 

 

=====================================================================================

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«