suplemenGKI.com

Minggu, 30 Juli 2017

29/07/2017

PENANDA KERAJAAN ALLAH

Matius 13:31-35

 

PENGANTAR
Malang disebut juga kota apel.  Sidoarjo kota udang, Slawi kota teh, dan Kediri kota tahu.  Masing-masing kota punya nama sebutan/julukan.  Nama lain itu juga menegaskan penanda berupa produk unggulan yang membedakannya dari kota lain.  Bila dikaitkan dengan kehidupan Kristen, apakah ada penanda yang membedakan dengan yang lain?  Mari kita baca dan pelajari. 

PEMAHAMAN

  • Ayat 31-32      :  Apa perumpamaan pertama dan apa maknanya?
  • Ayat 33           :  Apa perumpamaan kedua dan apa maknanya?
  • Ayat 34-35      :  Apa tujuan Yesus menyampaikan pengajaran melalui perumpamaan?
  • Makna apa yang menyatukan kedua perumpamaan dalam hubungannya dengan hidup sebagai warga kerajaan Allah?

Apakah ada penanda yang membedakan kehidupan orang Kristen dari umat yang lain?  Ada!  Perumpamaan biji sesawi dan ragi mempunyai makna: sesuatu yang kecil bisa menjadi sangat besar dan berdampak sehingga mempengaruhi sekitarnya.  Biji sesawi yang kecil (sekecil bunga rumput) bisa tumbuh di mana saja dan mencapai tinggi ± 3 meter;  bisa menjadi tempat burung-burung bersarang.  Sedangkan ragi yang digunakan dalam pembuatan roti (seperti pada bacaan) mempunyai makna yang menunjuk pada pengaruh ragi dalam tepung.  Meskipun tersembunyi tetapi mempengaruhi seluruhnya secara merata.  Yesus menggunakan dua perumpamaan ini untuk menjelaskan perkembangan dan pengaruh kerajaan Allah dalam kehadiran-Nya di tengah dunia.  Yesus mau berkata bahwa hal Kerajaan Allah mengandung unsur memulihkan kehidupan umat-Nya dan membebaskan dari kuasa dosa.  Masa kini, Kerajaan Allah mengacu pada kehendak serta tata aturan Allah yang harus dinyatakan melalui sikap iman dan karya nyata orang-orang percaya.  Menghadirkan Kerajaan Allah berarti menyatakan kehendak dan kepedulian-Nya dalam rangka membebaskan realitas hidup manusia dari segala bentuk kejahatan.

Pola hidup Illahi bukan soal status atau sekadar penanda;  tetapi menegaskan panggilan Allah kepada setiap umat-Nya untuk mau dan mampu mempengaruhi lingkungan sehingga sesuai dengan  kehendak dan rencana-Nya.  Pola hidup Illahi bukan soal status rohani, tetapi bersedia mewujudkan panggilan dan tanggungjawab sebagai orang percaya.  Maka di manapun, seharusnya kehadiran orang percaya mewakili kehendak dan rencana Allah yang membebaskan manusia dari realitas dosa.  Kehadiran orang percaya seharusnya menjadi inspirasi dan teladan bagi orang lain.  Mari terus wujudkan dan pertahankan keyakinan iman dan kebaikan hidup sebagai penanda hadirnya Kerajaan Allah yang mempengaruhi sekitar. 

REFLEKSI
Mari merenungkan: Wujudkan pola hidup Illahi, bukan soal status tetapi menegaskan panggilan Allah agar kita mau mempengaruhi lingkungan menjadi sesuai dengan kehendak dan rencana-Nya. 

TEKADKU
Tuhan mampukan aku belajar mempengaruhi lingkungan menjadi sesuai dengan kehendak dan rencana-Mu melalui keyakinan iman dan tindakan kebaikanku bagi sesama.

TINDAKANKU
Aku mau mewujudkan pola hidup Illahi yang menghadirkan Kerajaan Allah dengan cara mempengaruhi lingkungan melalui keyakinan imanku, perkataanku, sikap dan tindakanku.  Baik di gereja, ditempat kerja, masyarakat dan di manapun.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*