suplemenGKI.com

MEMANCARKAN KEMULIAAN-NYA

Ibrani 1:1-4, 2:5-12

 

Pengantar
Kirk Cameron adalah seorang aktor yang berasal dari Amerika. Mulanya ia adalah seorang atheis dan merasa tidak membutuhkan Tuhan. Tetapi pada umur 19 th, Kirk mulai berpikir tentang arti kehidupan, apa yang akan terjadi setelah kematian, dan apa yang akan terjadi di akhir hidupnya ketika semua prestasi serta kekayaan berhasil diraihnya. Hingga pada suatu hari, Kirk diajak pergi ke Gereja oleh rekannya. Secara perlahan ia mulai mempelajari Kitab Suci dan menyadari betapa gelap hidupnya selama ini. Ketika ia bertobat, Tuhan membukakan jalan baginya, yakni membintangi beberapa film Kristiani. Saat ini, Kirk juga menghidupi pertobatannya dengan melayani Tuhan. Saudara, melalui cerita ini kita diingatkan kembali bahwa anugerah keselamatan Kristus telah mengangkat manusia dari lumpur dosa. Oleh karenanya, kita juga turut dipanggil untuk memancarkan kasih Allah bagi dunia.

Pemahaman

  • Ibrani 1:1       : Bagaimanakah cara Allah berbicara kepada umat-Nya pada jaman nenek moyang?
  • Ibrani 1:2-4   : Bagaimanakah gambaran tentang Yesus yang diberikan oleh penulis surat Ibrani dalam bagian ini?
  • Ibrani 2:5-9   : Apa sajakah yang diperbuat oleh Yesus bagi umat manusia?
  • Ibrani 2:11-12: Tugas dan panggilan apakah yang diberikan pada setiap orang yang telah menerima anugerah keselamatan?

Penulis surat Ibrani mengawali suratnya dengan sebuah penyataan akan Anak Allah, yaitu Yesus Kristus. Jauh sebelum Allah berfirman melalui Kristus Yesus yang adalah Perantara, maka Allah telah berbicara kepada umat-Nya melalui para nabi-nabi (ayat 1). Hal itu dilakukan oleh Allah karena Ia sangat mengasihi manusia ciptaan-Nya dan memiliki kerinduan untuk menyelamatkan manusia dari berbagai tindakan yang melawan Allah. Tetapi ketika waktunya tiba, maka Allah mengutus Yesus Kristus sebagai Perantara untuk menyelamatkan manusia dari kebinasaan. Penulis surat Ibrani menggambarkan bahwa Yesus adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan (ayat 3). Yesus digambarkan sebagai cahaya kemuliaan karena melalui-Nya, kesucian dan kebenaran Allah dapat terpancarkan dalam karya Agung-Nya ketika Ia hadir di dunia.

Allah Bapa mengaruniakan hikmat dan kebaikan kepada manusia ciptaan-Nya (ayat 8). Tetapi kemudian menggantikan kedudukan Allah di dalam hatinya dan jatuh dalam dosa. Yesus Kristus yang adalah Pengantara, Dia-lah yang menggantikan hukuman kematian yang seharusnya ditimpakan pada manusia (ayat 9). Di balik penderitaan-Nya atas maut, Yesus dimahkotai kemuliaan dan hormat, memiliki kuasa atas segala sesuatu. Bagi kita yang telah mengalami anugerah keselamatan Kristus dan hidup dalam proses pengudusan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, maka kita dipanggil untuk memancarkan terang kemuliaan-Nya dengan mempertahankan hidup yang kudus dan menyatakan kebesaran-Nya dalam hidup sehari-hari (ayat 11-12).

Refleksi
Marilah kita mengambil waktu untuk hening sejenak. Renungkanlah: Apakah kita telah mensyukuri anugerah keselamatan yang diberikan oleh Kristus? Apakah seluruh kata dan perbuatan kita telah mencerminkan jati diri sebagai pengikut Kristus?

Tekadku
Tuhan, ampunilah apabila selama ini hidupku belum dapat memancarkan terang kemuliaan-Mu. Tolonglah, agar setiap perbuatanku dapat menyejukkan hati orang-orang di sekitarku dan di manapun ku berada.

Tindakanku
Sebagai orang percaya yang telah menerima anugerah keselamatan, aku akan belajar untuk memancarkan kasih Kristus dengan menjaga seluruh kata dan perbuatanku agar tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«