suplemenGKI.com

Lukas 19:1-10

 

Perjumpaan yang Membawa Pembaharuan Hidup

 

Pengantar
Tidak ada manusia yang sempurna. Itu berarti tidak ada manusia yang hanya memiliki kekurangan saja ataupun sebaliknya, hanya memiliki kelebihan saja. Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Tidak terkecuali tokoh kita hari ini, Zakheus. Di dalam segala keterbatasan dan kelebihannya, Zakheus telah mengalami suatu hal yang luar biasa. Pengalamannya itulah yang menjadi bahan perenungan kita hari ini.

Pemahaman

- Siapakah Zakheus di mata Saudara? Dapatkah Saudara memberikan gambaran profil seorang Zakheus, apa kelebihannya dan apa pula kekurangannya?

- Pembaharuan hidup seperti apakah yang terjadi dalam diri Zakheus? Bagaimana pembaharuan hidup itu terjadi?

Secara fisik, Zakheus jelas memiliki kekurangan. Badannya lebih pendek daripada orang kebanyakan di daerah itu. Namun kekurangan lahiriah ini dapat ditutupi dengan kelebihan lahiriahnya, yaitu kaya. Zakheus adalah seorang pemungut cukai, bahkan kepala pemungut cukai. Sekalipun ia kaya, tapi pekerjaannya sebagai pemungut cukai membuat ia kurang mendapatkan tempat di hati masyarakat. Namun demikian, lagi-lagi Zakheus memiliki kompensasi, yaitu dia menjabat sebagai kepala pemungut cukai. Hal ini membuat dia disegani oleh kalangan tertentu, sekalipun juga mungkin kian dibenci oleh kalangan lainnya.

Kehidupan Zakheus nampaknya memang penuh dengan pro dan kontra, termasuk pada hari itu, di mana dia berlarian mencari cara untuk dapat melihat orang apakah Yesus itu. Pada waktu ia berhasil memanjat pohon ara untuk melihat Yesus yang akan lewat di situ, dan akhirnya berhasil mengalami perjumpaan itu, ia mendengar Tuhan Yesus berkata, “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.” Zakheus, orang yang karena pekerjaan dan jabatannya mengalami hambatan tatkala mendatangi Bait Allah untuk berjumpa dengan Allah di sana, kini malah hendak didatangi oleh Allah sendiri. Sungguh suatu pengalaman yang luar biasa.

Perjumpaan yang luar biasa itu juga memberikan dampak yang luar biasa pula. Sebab perjumpaan itu telah membuat Zakheus mengalami pembaharuan hidup yang dinyatakan melalui tekadnya di depan publik: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin……” Janjinya itu berarti seandainya ia memiliki harta sebanyak satu milyar, maka yang 500 juta dibagikannya kepada orang miskin, dan 500 juta lagi dipegangnya sendiri. Tapi tunggu dulu, 500 juta yang di tangannya itu tidak dia nikmati sendiri. Sebab Zakheus juga berkata, “… dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.” Jadi seandainya saja ada lima orang yang pernah diperasnya masing-masing 25 juta, maka 500 jutanya itu harus dipotong lagi sebesar setengah milyar (25 juta x 4 lipat x 5 orang). Apa yang dapat kita lihat di sini? Zakheus kini mengalami pembaharuan hidup. Ia tidak lagi mencari uang, sebaliknya, telah melakukan apa yang tidak dilakukan oleh orang kaya yang tidak mau menjual hartanya untuk mengikut Kristus.

Refleksi
Perjumpaan Zakheus dengan Kristus membuat hidupnya mengalami pembaharuan. Perubahan hidup itu merupakan bukti sejati dari perjumpaan dengan Kristus. Apakah kita sudah mengalami perjumpaan dengan Kristus hari ini? Perubahan apa yang terjadi dalam hidup kita?

Tekad
Doa: Ya Tuhan, perbaharuilah hidupku agar semakin serupa dengan Engkau. Amin.

Tindakan
Salah satu tindakan yang dapat dilakukan adalah, dalam ibadah hari ini kita memberikan persembahan sepuluh kali lipat dari biasanya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*