suplemenGKI.com

Minggu, 3 Mei 2015

02/05/2015

Mazmur 22:26-32

BERSYUKUR BERSAMA

PENGANTAR
Merayakan rasa syukur bersama orang-orang lain (misalnya, dengan makan bersama) merupakan hal yang lazim di masyarakat kita. Bagi kita, umat Tuhan, perayaan syukur bersama juga dapat menjadi kesempatan untuk bersaksi mengenai kasih dan kebaikan Tuhan yang telah kita alami. Dengan demikian, berkat dan pertolongan yang kita terima dari Tuhan dapat menjadi berkat bagi orang lain dan berdampak juga bagi kehidupan mereka.

PEMAHAMAN
Bacaan kita hari ini merupakan bagian dari Mazmur 22 yang terkenal karena dikutip oleh Yesus di kayu salib (ay. 2; Mat. 27:46; Mar. 15:34). Mazmur ini berisi ungkapan hati seseorang yang merasa bahwa Allah telah meninggalkannya dan tidak menjawab doanya (ay. 2-3, 12, 20).  Pemazmur berseru agar Tuhan segera menolongnya dan menyelamatkan nyawanya (ay. 7-22). Bacaan kita (ay. 26-32) berisi ungkapan syukur dan puji-pujian kepada Tuhan karena Tuhan telah mendengarkan doanya (ay. 25). Marilah kita memperhatikan ayat 26-32 dengan lebih seksama.

Ay. 26-27     Siapa sajakah yang diajak pemazmur untuk memuji Tuhan? (lihat juga ay. 23-24). Dengan cara apa sajakah pemazmur mengungkapkan rasa syukurnya?

Ay. 28-32     Apa tujuan pemazmur berbagi rasa syukur kepada banyak orang dan memuji Tuhan di hadapan mereka?

Setelah doanya dijawab oleh Tuhan, pemazmur mengajak banyak orang untuk ikut bersyukur dan memuji Dia. Mereka adalah anggota keluarganya dan orang-orang lain yang berhimpun dalam suatu jemaah yang besar. Selain ungkapan syukur berupa puji-pujian kepada Tuhan, pemazmur juga mengajak mereka bersukacita dan makan bersama (ay. 27). Mengapa? Setelah merasakan pertolongan Tuhan, pemazmur ingin mengajak orang lain ikut memuliakan nama-Nya. Pemazmur ingin bersaksi mengenai kebesaran Tuhan dan kekuasaan-Nya atas segala bangsa (ay. 28-29). Pemazmur juga ingin mewariskan imannya kepada generasi yang lebih muda, bahkan generasi yang masa depan yang belum lahir (ay. 31-32).

Rasa syukur dan sukacita yang kita rasakan setelah mendapat pertolongan Tuhan perlu kita ungkapkan secara nyata terhadap orang-orang di sekitar kita. Kita dapat melakukannya melalui berbagai macam cara: dengan kata-kata (bersaksi), dengan nyanyian (memuji Tuhan), dan dengan perayaan (misalnya, makan bersama). Kita dapat memilih salah satu cara sesuai dengan situasi dan kondisi kita masing-masing. Namun, yang lebih penting adalah kerinduan hati kita agar rasa syukur dan sukacita kita juga berdampak bagi orang lain di sekitar kita.

REFLEKSI
Pernahkah Anda mengalami pertolongan Tuhan dalam kehidupan Anda? Sejauh manakah pertolongan Tuhan kepada Anda juga berdampak kepada orang lain? Siapa sajakah orang-orang yang seharusnya ikut bersyukur dan bersukacita bersama Anda?

TEKADKU
Tuhan, tolonglah aku agar berkat-berkat dan pertolongan yang kuterima dari-Mu juga dapat menguatkan iman orang-orang lain di sekitarku dan dapat membuat mereka semakin mengenal Engkau.

TINDAKANKU
Aku akan menceritakan pertolongan Tuhan yang pernah aku alami dalam hidupku kepada seseorang yang aku temui hari ini.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»