suplemenGKI.com

Minggu, 3 Juli 2016

02/07/2016

Bersukacitalah Karena Namamu Terdaftar Di Surga

Lukas 10:17-20

Pengantar

Nas ini tentang kembalinya 70 murid itu kepada sang Guru setelah mengerjakan tugas mereka. Mereka melapor dengan gembira mengenai hasil kerja mereka. Sang Guru menerima laporan mereka dengan sikap positif, menguatkan semangat mereka, baru kemudian mengingatkan mereka agar tidak lupa diri, tidak menjadi sombong.

Pemahaman

Ayat 17              : Mengapa para murid berkata, “setan-setan juga takluk kepada kami demi nama-Mu”? apakah arti pernyataan ini?

Ayat 18 – 19     : Apa maksudnya “Iblis jatuh seperti kilat dari langit”? apakah ada hubungannya dengan kuasa yang diberikan Kristus untuk menginjak ular dan kalajengking … menahan musuh…?

Ayat-ayat ini berisi pernyataan-pernyataan yang gampang-gampang susah dimengerti. Apakah para pengikut Kristus menjadi seperti pawang binatang, atau seperti para pengusir setan di film-film? Tidak ada keterangan pasti dan terperinci tentang apa maksudnya.

Namun konteks memaparkan bahwa para murid memberitakan bahwa umat harus bertobat dari cara hidupnya yang sia-sia, karena Allah mau memerintah dalam hidup umat seutuhnya supaya umat mengalami damai sejahtera. Para utusan itu juga menyembuhkan orang sakit. Pada masa itu, umat meyakini bahwa semua penyakit dan kelemahan tubuh berkaitan dengan kuasa roh jahat. Dengan mengusir setan itu dari tubuh orang yang dikuasainya atau yang mengidapnya, mereka menyembuhkan tubuh dan memulihkan jiwa orang itu.

Pernyataan sang Guru di ayat 18-19 menunjukkan bahwa tidak ada kuasa setan yang dapat menghalangi pekerjaan Tuhan. Jadi, para pengikut-Nya tidak perlu takut. Namun Tuhan mengingatkan pula dengan tegas bahwa hal itu tidak boleh membuat mereka lupa diri terhanyut dalam kegembiraan atau kebanggaan yang bisa membuai. Sang Guru menyadarkan bahwa mereka seharusnya gembira karena mereka menjadi bagian dari warga Allah, umat yang menikmati pemerintahan Allah dalam hidupnya. Sorga bukan hanya dimengerti sebagai suatu tempat yang baru hadir di akhir zaman, tetapi juga suasana dimana umat menerima Allah berkuasa seutuhnya sehingga membuatnya mengalami suasana sorga, hidup damai dan sejahtera.

Refleksi

Kita patut bahagia karena menjadi umat Allah. Namun hal ini bukan sekedar untuk dibanggakan. Kita juga mendapat tugas dari sang Penguasa hidup, untuk membawa seluruh umat hidup menerima pemerintahan-Nya, hidup dengan cara baru, tugas untuk membagi kebaikan dan menyebarkan kedamaian Allah, dimana roh jahat tidak lagi berkuasa.

Tekad

Terus menyebarkan semangat hidup yang benar dan kuat yang menaklukkan segala bentuk kuasa yang mencelakakan.

Tindakan

Tetap bersemangat sebagai umat-Nya, dan tetap waspada.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«