suplemenGKI.com

Sang Terang Memberi Pengharapan Baru

Yohanes 1:14-18

Pengantar

Pada hari ini kita melakukan ibadah minggu yang pertama di tahun 2021. Dalam setiap peribadahan tentunya kita merindukan mengalami perjumpaan dengan Allah, perjumpaan yang membimbing kita, memperbarui hidup kita, memberi pengharapan baru bagi kita. Kerinduan yang sama juga ada di hati Allah, sebagaimana yang dinyatakan dalam nas perenungan kita hari ini. Oleh karena itu mari kita renungkan Yohanes 1:14-18 dengan seksama.

Pemahaman

-  Apakah yang dapat Saudara ketahui tentang deskripsi Sang Firman baik dalam ayat perenungan kita kemarin maupun hari ini (Yoh. 1:1-18)?

-  Menurut Saudara, apakah perbedaan penjabaran Sang Firman dalam Yohanes 1:1-13 dengan Yohanes 1:14-18?

 

Masih terkait dengan perenungan kemarin, hari ini kita juga masih merenungkan kehadiran Sang Firman. Namun demikian ada perbedaan yang cukup penting dalam penjabaran Sang Firman pada hari ini (Yoh. 1:14-18) dibandingkan dengan kemarin (Yoh. 1:1-13). Dapat dikatakan bahwa dalam ayat 1-5 Firman digambarkan masih berjarak dengan manusia, jarak antara yang Ilahi dengan yang insani. Namun jarak itu kian pendek karena Firman itu diberitakan oleh seorang utusan (ay. 6-8), bahkan Ia telah ada di dalam dunia (ay. 10).

Hari ini, Firman itu bukan hanya mulai dekat dengan manusia, tetapi sudah sangat dekat. Sebab Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita (ay. 14). Ini adalah suatu kabar yang sangat menggembirakan karena Firman itu bukan hanya sudah hadir di antara kita, akan tetapi juga melalui Firman itu kita melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. Di dalam Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari bagian akhir ayat 14 ini diterjemahkan sebagai, “Melalui Dia kita melihat Allah dan kasih-Nya kepada kita.” Dalam rangka memohon pimpinan dan penyertaan Allah, Musa pernah berdoa, “Perlihatkanlah kiranya kemuliaan-Mu kepadaku” (Kel. 33:18). Dari sini kita dapat melihat adanya suatu pemahaman bahwa tatkala kita melihat kemuliaan Allah, maka kita memperoleh kasih karunia Allah. “Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia;” (ay. 16). Kasih (karunia) Allah tersebut lebih terkait dengan pimpinan dan penyertaan Allah atas umat-Nya dalam menjalani kehidupan ini, sehingga tidak berjalan dalam kegelapan. “Barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup” (Yoh. 8:12). Itu sebabnya kita percaya bahwa kehadiran Kristus, Sang Terang itu memberikan pengharapan di dalam kehidupan kita.

Refleksi:

Melalui inkarnasi-Nya Sang Terang, yaitu Kristus, mendekat kepada manusia dengan membawa pengharapan baru. Akan tetapi, apakah kita mendekat kepada Sang Terang itu?

Tekadku:

Doa: Tuhan, tolong saya untuk terus mendekat kepada-Mu. Amin.

Tindakanku:

Saya akan mengintrospeksi diri: sejauh mana saya sudah melakukan apa yang disampaikan melalui khotbah dalam ibadah minggu hari ini?

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«