suplemenGKI.com

Mazmur 71:1-6

SEJAK MUDA SAMPAI TUA

PENGANTAR
Tentu, kita semua menginginkan masa tua sebagai masa pensiun yang indah: badan sehat, hidup sejahtera, dan tidak  lagi berhadapan dengan masalah-masalah yang rumit. Namun, tidak semua orang dapat menikmati masa tua seperti itu. Masa tua tidak selalu berarti bebas dari masalah.

Mazmur 71 ditulis oleh seseorang yang sudah lanjut usia (lihat ay. 5, 9, 17-18), namun belum lepas dari berbagai masalah. Di masa tuanya, pemazmur masih harus berhadapan dengan musuh-musuhnya (lihat ay. 4, 10, 13, dan 24). Rupanya pemazmur adalah seorang pahlawan di masa mudanya, dan musuh-musuhnya sudah menunggu dan mengincarnya di masa tuanya karena mereka berpikir bahwa kekuatannya telah habis dimakan usia (ay.9), dan Allah telah meninggalkannya (ay. 10-11).

PEMAHAMAN

  • Ayat 1-4. Dengan apakah Tuhan diumpamakan dalam mazmur ini? (ay.3).  Apa yang hendak diungkapkannya melalui perumpamaan itu?  Apa yang diminta oleh pemazmur kepada Tuhan? (ay.2 dan 4).  Jika Anda berdoa di masa tua Anda, hal terpenting apa yang Anda minta dari Tuhan?  Mengapa?
  • Ayat 5-6. Berdasarkan ayat 5-6, apa yang dapat kita ketahui mengenai hubungan pemazmur ini dengan Tuhan: Sejak kapan pemazmur ini mengenal Tuhan?  Pengalaman rohani apa yang pernah dialaminya bersama Tuhan?  Pengalaman rohani apa yang pernah Anda alami bersama Tuhan?  Apa yang Anda pelajari dari pengalaman tersebut?

Pemazmur menggambarkan Tuhan sebagai gunung batu dan kubu pertahanan. Melalui penggambaran ini, pemazmur hendak mengungkapkan kebutuhannya akan perlindungan Tuhan. Seperti kita tahu, gunung batu sangatlah kuat dan kokoh, dan tidak akan lapuk dimakan usia. Dalam peperangan di masa itu, berada di atas gunung batu atau bukit batu adalah posisi yang ideal, baik untuk bertahan atau untuk menyerang. Pemazmur mengandalkan Tuhan untuk menghadapi musuh-musuh yang lebih kuat darinya. Di masa tua, di mana kekuatannya sendiri makin berkurang, pemazmur tahu apa yang dibutuhkannya dan siapa yang dapat diandalkannya.

Pilihan pemazmur untuk mengandalkan Tuhan bukanlah sebuah pilihan coba-coba, atau sebuah pilihan mendadak. Sejak masa mudanya, bahkan sejak usia yang sangat dini, pemazmur telah mengenal Tuhan dan terus-menerus membangun imannya terhadap Tuhan. Pemazmur percaya bahwa sejak kelahirannya hingga masa tuanya, Tuhan selalu menopangnya.

REFLEKSI
Siapakah yang menjadi andalah Anda di masa tua? Apa Anda  yang Anda lakukan untuk menjaga iman dan hubungan Anda dengan Tuhan?

TEKADKU
Tuhan, aku bersyukur bahwa Engkau tetap menopang hidupku hingga saat ini. Aku mohon agar Engkau tetap menjaga dan melindungi aku hingga di masa tuaku.

TINDAKANKU
Dalam seminggu ke depan aku akan berupaya melakukan tindakan-tindakan nyata, yaitu: … … … … … … … … … … … … … … , untuk membangun iman dan kerohanianku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«