suplemenGKI.com

Yohanes 20:19-31.

 

Kebangkitan Tuhan Yesus Mendatangkan Sukacita

Pengantar:

Saat-saat yang paling: menyedihkan, memilukan, rasa kehilangan, rasa kesepian  bagi orang yang ditinggalkan oleh orang yang dikasihi dan mengasihinya adalah setelah tiga hari atau seminggu pasca kepergian orang yang dikasihinya dan mengasihinya. Rasa kesedihan, kehilangan dan kesendirian itu seakan mencapai puncaknya. Maka saat-saat seperti itulah, ia sangat membutuhkan penghiburan, penguatan dan pendampingan. Hal itu pula yang dialami oleh murid-murid Pasca kematian Tuhan Yesus.

Pemahaman:

  1. Apakah yang sedang dilakukan oleh murid-2 Yesus pasca kematian Yesus? (v. 19, 24-29)
  2. Apa makna kehadiran Tuhan Yesus di tengah-2 murid-2 yg sedang ketakutan? (v. 20-23)

Setelah kematian Yesus, murid-murid berada pada situasi yang sangat berat. Segala kebergantungan, harapan dan masa depan seakan sirna. Karena Yesus yang mereka harapkan terus menjadi Guru, Pemimpin dan Pembebas bagi mereka telah tiada. Ditambah lagi Guru mereka mati disalib oleh para pemimpin agama Yahudi karena dianggap bersalah terhadap ajaran Agama Yahudi. Maka mereka sebagai murid-murid-Nya pasti merasa menjadi incaran untuk ditangkap dan dibunuh oleh pemimpin-pemimpin agama Yahudi itu. Di saat-saat seperti itu, murid-murid tidak mengerti harus berbuat apa, sehingga mereka bersembunyi di suatu tempat dengan pintu-pintu terkunci. Bahkan seorang murid bernama Thomas, memilih menyendiri atau menjauh dari rekan-rekannya, itulah sebabnya ketika Yesus hadir di tengah-tengah murid-murid yang sedang bersembunyi, Thomas tidak ada di sana.

Di saat-saat murid-murid dirundung kesedihan, ketakutan, kesepian dan tidak ada harapan, Yesus yang sudah bangkit itu hadir di tengah-tengah mereka. Kehadiran Yesus membawa pengharapan baru, kegairahan, kekuatan dan kemenangan bagi murid-murid atas ketakutan, kesedihan dan rasa kehilangan. Itulah sebabnya ketika Yesus hadir dan menyampaikan salam “Damai sejahtera bagi kamu” Murid-murid seketika itu juga bersukacita. Kata bersukacita menunjuk semacam kelepasan, kegairahan, semangat dan kepercayaan diri yang kembali lagi. Begitu juga Thomas, yang tadinya putus asa dan hilang kepecayaannya kepada Yesus kemudian menjadi percaya (band. v. 25, 28) Saudara, kita pun bisa mengalami seperti yang dialami oleh murid-murid, namun jangan takut karena Yesus sudah bangkit dan saat ini mau hadir dalam hidup saudara, sambutlah Dia saat ini juga.

Refleksi:

Banyaknya persoalan, pergumulan hidup terkadang membuat kita takut, kecewa, putus asa dan enggan untuk melanjutkan kehidupan. Tetapi ada kabar baik buat kita, yaitu Yesus sudah bangkit dan hadir dalam hidup kita untuk memberi semangat, kekuatan baru bagi kita.

Tekad:

Tuhan Yesus, aku ingin jujur kepada Engkau, bahwa saat-saat ini aku merasa takut, kecewa dan putus asa dengan kehidupan yang semakin sulit, nyatakan kehadiran-Mu dalam hidupku.

Tindakkan:

Belajar merasakan kehadiran Tuhan Yesus yang sudah bangkit itu untuk memberi kekuatan baru bagi ku melalui firman-Nya yang aku baca setiap hari.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«