suplemenGKI.com

Introspeksi Diri Sendiri

 

Wahyu 3:14-22

 

Pengantar
Alangkah mudahnya kalau kita mengkritik orang lain atau mencari kesalahan dari orang lain dan begitu mudahnya kita membanggakan diri dan apa yang kita miliki. Namun alangkah sulitnya kalau kita mengintrospeksi diri sendiri, karena kita merasa apa yang telah kita lakukan adalah benar dan dapat bermanfaat bagi orang lain. Inilah yang menjadi persoalan di jemaat Laodikia

Pemahaman
Ay 14-16, apa yang dikatakan Tuhan terhadap jemaat di Laodikia?

Ay 17, apa yang jemaat Laodikia rasakan sendiri?

Ay 18, apa yang dinasihatkan Tuhan kepada jemaat Laodikia?

Ay 19, apa yang diperbuat Tuhan terhadap jemaat di laodikia?

Ay 20-22, apa yang diharapkan Tuhan terhadap jemaat Laodikia?

Pada bagian ini Tuhan memberikan wahyuNya kepada Yohanes secara khusus untuk menuliskan apa-apa yang akan terjadi dan nasihat kepada tujuh jemaat yang ada di Asia Kecil, termasuk kepada jemaat di laodikia.

Tuhan menyatakan bahwa jemaat di Laodikia tidak dingin atau tidak panas dalam menjalani hidup sebagai orang yang percaya. Bagi Tuhan hal ini justru tidak menunjukkan identitas diri sebagai orang yang percaya, lebih baik dingin atau panas, bukan suam-suam kuku.

Tuhan juga menyatakan bahwa jemaat di Laodikia, melarat, malang, miskin, buta dan telanjang. Namun apakah jemaat di Laodikia merasakan hal yang demikian?

Ternyata justru sebaliknya jemaat di Laodikia merasa bahwa diri mereka kaya dan tidak kekurangan suatu apapun juga. Apa yang dirasakan jemaat di Laodikia baik ternyata pada pandangan Tuhan tidak demikian.

Maka Tuhan menasihati  jemaat Laodikia, agar mereka mau terus-menerus dimurnikan oleh Tuhan dan menjadi kaya di dalam Tuhan, sehingga dengan demikian mereka kedapatan tidak telanjang serta berpakaian jubah putih, dan mata mereka tidak buta lagi.

Bagian ini mengingatkan kepada jemaat di Laodikia bahwa Tuhan masih mau terus mengasihi mereka sehingga Tuhan mau menegor dan menghajar mereka. Dan yang Tuhan perlukan dari jemaat di Laodikia adalah melakukan pertobatan. Dengan mengundang Yesus masuk dalam hati dan hidup mereka, maka Tuhan Yesus akan ada bersama-sama dengan mereka juga.

Refleksi
Renungkanlah apa yang sedang anda lakukan tiap hari, dan apa yang sesungguh anda sedang kejar di dunia ini? Apakah memperkaya diri sendiri ataukah memperkaya diri di dalam Tuhan Yesus?

Tekadku
Ya, Tuhan Yesus, ampuni kami yang hanya hidup untuk mencari harta saja di dunia ini, ampuni kami kalau kami tidak mengejar kekayaan di dalam Engkau. Amin

Tindakanku
Hari ini saya akan melakukan introspeksi diri, dengan cara mendata apa saja yang sudah saya lakukan dan perbuat di dalam Tuhan Yesus.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*