suplemenGKI.com

MENANTIKAN TUHAN DENGAN PENGHARAPAN

Markus 13 : 24 – 37

 

PENGANTAR
Hari ini kita memasuki minggu Adven pertama yang juga menjadi tanda di mulainya tahun baru dalam kalender gerejawi. Ada dua hal yang menjadi pusat perenungan kita dalam minggu Adven ini yaitu, bagaimana kita menghayati kehadiran Tuhan Allah di tengah dunia melalui inkarnasi Tuhan Yesus Kristus. Yang kedua adalah masa penantian akan kedatangan Tuhan Yesus kembali, dimana hal ini menuntut kita untuk berjaga-jaga dengan iman yang teguh.

PEMAHAMAN

  1. Bagaimana pemahaman kita tentang tanda-tanda sebelum kedatangan Tuhan Yesus ? ( ayat 24-27 ) > band dg ayat 19
  2. Bagaimana pemahaman kita tentang kedatangan Anak manusia ? ( ayat 26 )
  3. Mengapa Tuhan Yesus justru mengatakan kepada para muridnya untuk belajar dari perumpamaan pohon Ara ? ( ayat 28-29 )
  4. Apa yang harus kita persiapkan untuk menyambut hari itu ? ( ayat 33-37 )

Dua ribu tahun yang lalu Tuhan Yesus berjanji untuk segera datang, “Lihatlah Aku segera datang” ( Wahyu 22 : 12 ). Namun sampai hari ini pun umat beriman masih menunggu kedatangan-Nya. Tanda-tanda kedatangan-Nya yang kedua kalipun telah terjadi. Siksaan, matahari menjadi gelap, bulan tidak bercahaya, bintang-bintang berjatuhan, kuasa-kuasa langit goncang ( ayat 24-25 ). Bahkan injil Matius 24 : 6-8 menyebutkan akan terjadi peperangan, berita-berita peperangan, kelaparan, wabah, gempa bumi dls. Semua itu merupakan  tanda-tanda sebelum kedatangan Anak manusia, yang akan datang kembali dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya (26).

Dan penantian akan kedatangan Anak manusia itu adalah pasti. Untuk itulah maka penulis Injil mengkaitkan dengan perumpamaan tentang pohon Ara. Di Israel memiliki 4 musim yaitu musim gugur, dingin, semi dan panas. Ketika tunas pohon Ara mulai muncul, ini sebagai tanda musim dingin sudah berlalu dan musim panas sudah tiba. Pada saat yang sama kemunculan tunas pohon Ara menjanjikan kesejukan bagi mereka yang membutuhkan tempat perlindungan di musim panas, juga berkat yang diberikan melalui buah Ara. Kesejukan pohon Ara menjadi simbol dari situasi damai dan buahnya menjadi simbol dari kesejahteraan yang hadir ketika datangnya hari Tuhan. Sehingga melalui perumpamaan ini Tuhan Yesus mengajak kita untuk mengarahkan hati kepada datangnya Tunas Pengharapan, yaitu keselamatan Allah yang penuh damai sejahtera.

Kedatangan Tuhan dengan situasi damai sejahtera itulah yang sangat di harapkan umat manusia. Namun kapan kedatangan Tuhan itu terjadi ? Kita tidak pernah mengetahui kapan Tuhan Yesus datang dalam kemuliaan-Nya. Yang perlu dimiliki oleh kita semua adalah berjaga-jaga dan waspada, dengan tetap setia memelihara hidup bersekutu dengan Tuhan didalam doa dengan tetap melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai umat percaya.

REFLEKSI
Marilah kita merenungkan : Kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang kedua kali itu adalah pasti, namun tidak seorangpun yang tahu kapan itu terjadi. Untuk itu, sudahkah anda mempersiapkan diri menyambut kedatangan-Nya ? Bagaimana cara anda berjaga-jaga ?

TEKADKU
Ya Tuhan, tolonglah saya untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menyambut kedatangan-Mu dengan tetap menjaga persekutuan yang indah dengan Tuhan dan menjaga iman serta mengobarkan pengharapan.

TINDAKANKU
Berkomitmen untuk tetap berdoa dan berjaga-jaga.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«