suplemenGKI.com

DATANG PADA-NYA

Yohanes 11:1-45

 

PENGANTAR
Kapan saudara datang pada-Nya untuk meminta sesuatu dengan serius?  Mungkin satu atau dua jam yang lalu.  Atau mungkin sehari yang lalu.  Ketika datang meminta untuk sesuatu yang penting atau serius, pasti berharap Dia segera melakukan sesuatu agar permintaan kita segera terwujud.  Namun kenyataannya seringkali tidak berjalan demikian saat kita meminta kepada-Nya.  Lalu bagaimana sikap kita?  Mari kita temukan jawabannya melalui bacaan hari ini!   

PEMAHAMAN

  • Ayat 6-9: Bagaimana respons Yesus ketika mendengar Lazarus meninggal dan mati?
  • Ayat 20, 32: Apa permintaan dan harapan Maria dan Marta?
  • Ayat 4, 25, 40-43: Apa yang menjadi rencana Allah bagi mereka?
  • Kapan saudara datang pada-Nya?  Apa yang saudara minta?  Bagaimana jika Dia tidak segera melakukan seperti yang kita minta?

Ditinggal oleh siapapun selama-lamanya adalah pengalaman kehilangan atau perpisahan yang selalu menyesakkan hati.  Perasaan berkecamuk dan sedih.  Pengalaman itulah dirasakan Marta dan Maria.  Kesedihan semakin terasa ketika sebelumnya mereka berdua sempat menaruh harap pada Yesus, “sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati” (ayat 21, 32).  Di tengah keputusasaan Marta, Yesus berkata kepadanya, ”Saudaramu akan bangkit.” (ayat 23).  Tujuan perkataan Yesus untuk membangkitkan iman dan pengharapan Marta yang seolah pudar karena kedukaan. “Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman“, kata Marta (ayat 24).

Yesus kembali berkata, ”Akulah kebangkitan dan hidup“  (ayat 25).  Artinya, Yesus hendak menegaskan bahwa Ia berkuasa atas kehidupan dan kematian.  Tidak ada pribadi yang lain, “Percayakah engkau akan hal ini?”  (ayat 26b).  Meski Marta keberatan ketika Yesus hendak membangkitkan Lazarus (ayat 39);   Yesus tetap melakukannya dengan tujuan menegaskan ulang adanya kepastian harapan bagi yang percaya.  Kemudian Yesus seolah menantang Marta,  “bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?“  (ayat 40).  Alhasil, Marta pun percaya!  Imannya tak lagi dibatasi oleh situasi, sehingga kuasa Tuhan dinyatakan dengan tak terbatas.  Mujizat pun terjadi:  Lazarus bangkit dari kematian.  Maria dan Marta, iman dan harapannya diperkuat  melalui pengalaman mukjizat Yesus.

Banyak orang Kristen tahu dan mengerti bahwa Yesus adalah Allah yang berkuasa. Namun ketika dihadapkan pada  pergumulan berat, mendadak seolah sedang menghadapi ‘kematian’  yang menghentikan kehidupan.  Manusia kecewa pada Allah. Manusia seolah hendak mengatur Allah tentang bagaimana seharusnya kehidupan berjalan.  Marta dan Maria ditegur karena kehilangan harapan, namun juga sekaligus diteguhkan agar tetap memercayai Allah sebagai sumber harapan.

REFLEKSI
Mari merenungkan: Allah mempunyai waktu dan cara tersendiri dalam menolong setiap anak-anak-Nya.  Teruslah datang pada-Nya dan berharap.  Yakini, Allah tetap bekerja menurut waktu dan cara-Nya sendiri.

TEKADKU
Ya Tuhan, tolong aku untuk tekun datang pada-Mu dan berharap walaupun jalan di depan tampak sunyi dan gelap.  Yakinkan aku bahwa waktu dan cara-Mu adalah terbaik bagiku. 

TINDAKANKU
Aku kembali semangat dan tekun berdoa untuk ……… walaupun sudah sekian lama aku memintanya kepada-Mu.  Aku yakin waktu dan cara-Mu yang terbaik.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«