suplemenGKI.com

Bacaan : Yohanes 6 : 14 -21.

PERTOLONGAN YANG TEPAT WAKTU.

Pernahkah saudara mendapatkan pertolongan Tuhan ? Dalam sebuah kebaktian kelompok ada seorang ibu menyaksikan pertolongan Tuhan sebut saja namanya ibu Jane ( nama samaran ). Dalam kesaksiannya ibu Jane bercerita bahwa ia sedang bergumul tentang kebutuhan hidup. Saat itu baru tanggal pertengahan namun ia telah kehabisan uang  padahal ia masih harus bayar SPP anaknya, rekening listrik, bayar cicilan ini dan itu juga untuk kebutuhan hidup selama 2 minggu sebelum gajian. Ia bingung karena uang yang seharusnya untuk bayar ini dan itu dipakai untuk menolong orang. Maka ibu Jane hanya bisa berdoa kepada Tuhan dan meminta pertolonganNya. Singkat cerita beberapa hari setelah ia berdoa maka Tuhan menolong ibu Jane, ada seseorang memberkati ibu Jane dengan uang tepat sejumlah yang dibutuhkan oleh ibu Jane. Tiada kata lain yang terucap dari  lidah bibir ibu Jane selain bersyukur kepada Tuhan.

Pertanyaan penuntun.

  1. Bagaimana respon orang banyak terhadap mujizat Tuhan Yesus ?
  2. Bagaimana sikap Tuhan Yesus terhadap keinginan orang banyak yang akan menjadikan Tuhan Yesus sebagai pemimpin ?
  3. Apa yang dialami murid-murid ketika mereka berada di danau ?
  4. Apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus ? bagaimana respon murid-murid ?
  5. Bagaimana Tuhan Yesus memberi pertolongan ?

RENUNGAN.

Respon orang banyak terhadap mujizat Tuhan Yesus adalah rasa kagum dan pernyataan bahwa Yesus adalah nabi dan mesias. Namun rasa kagum mereka justru ingin menjadikan Yesus sebagai Raja mereka. Keinginan masa tidak terbendung sehingga membuat Tuhan Yesus  menyingkir ke gunung seorang diri. Sedangkan murid-murid menyeberang danau ke Kapernaum. Ditengah danau, gelombang laut bergelora, sedang murid-murid berjuang agar perahu mereka tidak tenggelam. Ketika mereka sedang berjuang melawan gelombang  besar itulah Tuhan Yesus datang kepada murid-murid dengan berjalan diatas air. Kedatangan Tuhan Yesus sebenarnya ingin menolong mereka namun mereka ( murid-murid ) justru ketakutan, berteriak-teriak dan mengira Yesus adalah hantu. Kondisi dimana mereka sedang kecapaian diserang angin sakal dan waktu yang kurang tepat [malam ] mengakibatkan mereka tidak paham dengan kehadiran Tuhan.

Hal yang sama bisa saja terjadi dalam kehidupan kita. Manakala kita diserang badai kehidupan dalam kondisi yang kritis  situasi tidak mendukung maka bisa saja kita tidak peka dengan pertolongan Tuhan bahkan kita menganggap bahwa Tuhan itu tidak peduli kepada kita, tidak menolong kita, membiarkan kita, akibatnya kita tidak lagi setia kepada Tuhan bahkan menyalakan Tuhan. Padahal kenyataannya Tuhan sangat peduli kepada kita dan mau menolong kita.

Tuhan Yesus itu sabar dan penyayang. Manakala murid-murid ketakutan dan mengira Dia sebagai hantu justru Tuhan menyatakan DiriNya, “Aku ini, jangan takut”.  Sungguh ini merupakan pernyataan yang menyejukkan, ditengah-tengah ketakutan dan badai yang menerpa murid-murid, kehadiran Tuhan Yesus sangat diperlukan karena kehadiran Tuhan Yesus pasti memberi pertolongan. Dan murid-murid sudah memahami akan hal itu dimana murid-murid mendapat kesulitan maka Tuhan Yesus akan hadir memberi pertolongan.

Sejujurnya kehadiran Tuhan Yesus ditengah-tengah umatNya juga sama yaitu untuk memberikan pertolongan. Oleh sebab percayalah bahwa sebenarnya Tuhan Yesus tidak akan pernah membiarkan kita. Bagaimana dengan saudara ? yakinkah saudara bahwa Tuhan Yesus akan memberikan pertolonganNya tepat waktu ? Tuhan memberi kekuatan.

Kehadiran Kristus ditengah kita adalah untuk menolong kita”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«