suplemenGKI.com

Bacaan : Matius 2 : 16 – 23

Tema : Dari Betlehem ke Mesir sampai Nazaret > Perjalanan metaati Kehendak Tuhan.

Pengantar
Perikop ini menjelaskan adegan terakhir dalam kisah kelahiran Yesus Kristus. Disatu sisi, kisah ini menjelaskan bagaimana Yesus lahir di Betlehem kota Daud. Namun karena Dia dianggap sebagai saingan oleh penguasa, maka Ia harus pergi ke Mesir untuk menghindar dari masalah. Mengapa Mesir ? Mesir adalah tempat perbudakan nenek moyang bangsa Israel di masa lalu. Hal ini secara simbolik menyatakan kerelaan Yesus meninggalkan zona nyaman ( Palungan ) untuk masuk ke dunia yang lebih luas, dimana Ia harus menghadapi realita kehidupan yang kejam dan penuh penderitaan. Kerelaan Kristus menghadapi semua itu menegaskan akan kesetiaan Allah kepada umat-Nya.

Pemahaman

  1. Mengapa Herodes bertindak sangat brutal ? ayat 16-18
  2. Ketika Yusuf dijumpai malaikat Tuhan, mengapa Yusuf membawa keluarganya ke Nazaret ? ( ayat 19-23 )

Reaksi Herodes ketika orang-orang Majus tidak kembali melaporkan tempat lahir Yesus , ia marah karena merasa diperdaya. Dalam kemarahannya itu Herodes membunuh semua anak yang berumur dibawah dua tahun. Pembunuhan kepada anak-anak yang berumur dibawah dua tahun adalah untuk memastikan bahwa bayi Yesus sang Mesias yang diperkirakan baru berumur enam bulan ikut terbunuh. Namun rencana Allah tidak bisa digagalkan oleh manusia. Perlindungan dan keselamatan dari Allah nyata bagi setiap umat beriman.

Rencana Allah tidak pernah gagal. Yusuf, Maria dan Yesus kecil tinggal aman di Mesir. Dan tidak lama setelah peristiwa pembunuhan terhadap anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah terlaksana Herodes raja wilayah Yudea meninggal.

Kembali Tuhan Allah menunjukkan pimpinan-Nya. Melalui malaikat, Tuhan memberitahukan kepada Yusuf bahwa Herodes telah mati. Melalui malaikat pula Tuhan memerintahkan Yusuf untuk kembali ke Israel. Yusufpun merespon pimpinan Tuhan dengan penuh ketaatan. Yusufpun membawa kembali istrinya dan Yesus yang masih kecil ke Israel. Namun Yusuf tidak kembali ke Yudea tetapi ke Nazaret di Galilea. Hal itu dilakukan supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi-nabi bahwa “Ia akan disebut orang Nazaret”. Jadi untuk memahami rencana Allah tidaklah mudah. Dibutuhkan pergumulan dan kepekaan spiritual untuk mengetahuinya. Bahkan ketika rencana Allah itu sudah di ketahui prosesnyapun juga tidak mudah, untuk itu diperlukan ketaatan penuh.

Refleksi
Marilah kita merenungkan,  Dalam perjalanan spiritual anda, sudahkah anda  memiliki kepekaan hati dan ketaatan untuk melakukan Firman Allah ?

Tekadku
Ya Tuhan, mampukanlah saya untuk memiliki kepekaan rohani untuk mampu memahami kehendak-Mu.

Tindakanku
Mulai hari ini saya akan menjaga persekutuan yang akrab dengan Tuhan, dengan berdoa dan membaca Firman-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«