suplemenGKI.com

Matius 2:13-23.

 

Penyelamatan Dunia Akan Terlaksana Bila Tidak Ada Pementingan Diri Sendiri

 

Pengantar:

            Hampir di setiap sektor kehidupan pasti ada pihak penguasa atau orang yang merasa berkuasa. Pihak itu akan sangat sulit menerima kehadiran pesaing baru yang berpotensi menyaingi popularitas atau menghambat ambisinya untuk menjadi superior. Ada banyak faktor penyebab seorang penguasa sulit menerima kehadiran pesaing baru, salah satunya adalah ia dihantui bayang-bayang ketakutan yang sesungguhnya itu sebuah bahwa dirinya merasa tidak cukup siap menghadapi pesaing baru. Itulah yang terjadi dengan Herodes  ketika Bayi Yesus hadir di hadapannya saat ia sedang berkuasa.  

Pemahaman:

  1. Mengapa Tuhan harus memerintah Yusuf dan keluarganya menyingkir ke Mesir ?
  2. Apa yang melatar belakangi tindakan Herodes sehingga harus mengorbankan begitu banyak bayi usia 2 tahun ke bawah?

Kisah penyingkiran Yusuf dan keluarganya ke Mesir terjadi beberapa waktu
setelah kedatangan orang-orang Majus dari Timur, yang datang untuk menyembah dan menghadiahkan kepada Bayi Yesus emas, kemenyam dan mur (2:1-12) Benda-benda mulia persembahan para Majus itu adalah hanya layak dihadiahkan kepada raja berkuasa. Hal itu ternyata menyebabkan Herodes yang sedang berkuasa saat itu merasa dsaingi, ada penguasa baru yang mengancam posisinya dan itu adalah musuh yang harus dihabiskan. Maka Herodes membuat strategi untuk membunuh semua bayi di Israel yang berusia dua tahun ke bawah, Bayi Yesus saat itu termasuk dalam kategori usia itu. Tetapi Allah tidak membiarkan rencana karya penyelamatan-Nya menjadi gagal, maka dengan kuasa dan otoritas-Nya Allah memerintahkan Yusuf dan keluarga menyingkir ke Mesir.

            Penyingkiran Yusuf dan keluarga ke Mesir bukan, tetapi justru tindakan Yusuf atas kehendak Allah dalam kerangka proses karya penyelamatan Allah bagi dunia. Allah ingin memperlihatkan kepada dunia, bagaimana Dia membuka ruang bagi manusia yang diambang kebinasaan untuk memperoleh kesempatan pengharapan untuk diselamatkan melalui karya Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus. Dan ruang kesempatan pengharapan itu tidak bisa ditutup oleh strategi manusia yang hanya mempertahankan ego, ambisi dan pementingan dirinya sendiri seperti Herodes. Karya penyelamatan Allah tidak akan terhambat oleh ego, ambisi dan pementingan diri manusia berdosa.        

Refleksi:
Dalam pelayanan, bergereja, bermasyarakat janganlah kita mengejar ambisi, ego dan pementingan diri sendiri, karena itu hanya akan menghambat karya penyelamatan Tuhan bagi dunia yang dikasihi-Nya.

Tekad:
Aku bertekad untuk melayani Tuhan Yesus dengan menanggalkan ego, ambisi dan pementingan diri sendiri. Tuhan tolong mampukan aku untuk melayani-Mu dengan tulus.

Tindakan:
Mulai saat ini aku belajar melayani, bekerja dan beraktivitas bukan untuk mementingkan diri sendiri tetapi untuk  menjadi sarana penyelamatan Tuhan bagi dunia.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*