suplemenGKI.com

POKOK ANGGUR

Yohanes 15:1-8

 

Pengantar
Dalam Perjanjian Lama, bangsa Israel disebut sebagai kebun anggur milik Allah yang dipelihara dan dijaga oleh-Nya, namun ternyata Israel menghasilkan buah-buah anggur yang asam atau tidak manis (Yesaya 5:1-7). Israel gagal menyenangkan hati Allah karena mereka memilih untuk bersekutu dan menduakan Allah dengan menyembah berhala yaitu dewa-dewa bangsa kafir. Yesus mengajarkan para murid bahwa Dialah Pokok Anggur yang benar. Mari kita renungkan.

Pemahaman

  • Ayat 1-2 : Perumpamaan apakah yang dipakai oleh Tuhan Yesus untuk menggambarkan relasi yang dekat dengan-Nya?
  • Ayat 4-8 : Apakah maksud dari kalimat “tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu? Bagaimana cara orang percaya untuk tinggal tetap pada Kristus?

Dalam perumpamaan atau kiasan ini Yesus menggambarkan diri-Nya sebagai “pokok anggur yang benar” dan murid-murid-Nya sebagai “ranting”. Dengan tetap berpaut pada-Nya sebagai Sumber Kehidupan, mereka dapat menghasilkan buah. Allah dilukiskan sebagai tukang kebun yang memelihara ranting-ranting itu supaya tetap berbuah (Ay. 2,8).

Tinggal berarti menetap. Pemahaman inilah yang dipakai oleh Yesus untuk menekankan bahwa setiap orang yang percaya kepada-Nya harus tetap tinggal menetap sepenuhnya di dalam Kristus. Setiap orang percaya dipilih Allah untuk menghasilkan buah bagi kemuliaan-Nya, yaitu hidup menjadi berkat untuk sesama manusia. Untuk itu setiap orang percaya harus bergantung sepenuhnya kepada Kristus, seperti ranting-ranting yang tinggal dalam Pokok Anggur yang benar (Ay. 5). Di luar Kristus, kita tidak memiliki daya apa pun untuk bertumbuh dan tidak akan menghasilkan buah, bahkan kita akan mati sehingga tidak memiliki fungsi apapun selain dibuang dan dibakar (Ay. 5-6). Allah mengharapkan agar kita semua berbuah.

Cara supaya kita tetap bisa tinggal di dalam Kristus adalah dengan membiarkan firman-Nya menjadi pusat hidup kita (Ay. 7). Dengan demikian kita akan menghasilkan buah-buah rohani yang memuliakan Allah dan menjadi berkat bagi orang lain.

Refleksi
Renungkanlah: Sudahkah kita menghasilkan buah yang menjadi berkat bagi sesama kita? Semakin kita diam dalam Kristus, maka orientasi hidup kita adalah bagi Allah dan sesama, bukan untuk diri kita sendiri.

Tekadku
Ya Tuhan, jadikanlah saya menjadi murid-Mu yang sejati, murid yang tinggal tetap di dalam Kristus, sehingga hidup saya bisa menjadi berkat bagi banyak orang, baik dalam perkataan maupun perbuatan yang saya lakukan.

Tindakanku
Saya akan lebih rajin lagi dalam membaca Alkitab dan merenungkan firman Tuhan, mau ikut dalam kegiatan gereja khususnya Pendalaman Alkitab.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«