suplemenGKI.com

BELAJAR PEDULI

Markus 10:49-52

 

PENGANTAR
Kemarin kita telah merenungkan bagaimana Bartimeus tetap gigih berseru kepada Yesus di tengah-tengah hambatan yang dia hadapi.  Keramaian, keterbatasan fisik, ketidakpedulian dan disepelekan orang-orang di sekitar bahkan dia dicegah untuk memanggil Yesus.  Dia tetap berupaya berjumpa untuk menyatakan iman dan memohon belas kasihan-Nya.  Hingga akhirnya Bartimeus berjumpa dengan Yesus.  Bagaimana Dia mengajarkan kepedulian kepada banyak orang?  Mari kita membaca dan merenungkannya!

PEMAHAMAN

  • Ayat 48: Bagaimana sikap orang-orang di sekitar yg kontras dengan sikap Yesus, terhadap keterbatasan dan penderitaan Bartimeus?
  • Ayat 49: Apa yang Tuhan Yesus perintahkan kepada orang banyak ketika hendak menyembuhkan Bartimeus?
  • Ayat 52: Bagaimana kepedulian Yesus membebaskan Bartimeus dari penderitaan yang selama ini dia alami?
  • Masihkah kita memiliki hati dan sikap yang peduli kepada orang-orang di sekitar?  Bagaimana kita mewujudkannya?

Pada saat Tuhan Yesus mengajar di Yerikho, dalam perjalanan menuju Yerusalem, banyak orang mengelilingi dan menikmati pengajaran-Nya.  Mereka kagum, bangga, tidak mau melewatkan kesempatan mendengar pengajaran-Nya, sekaligus ingin melihat secara langsung seperti apakah Yesus, Sang Guru, yang sudah terkenal nasihat dan kuasa-Nya itu.  Hingga, teriakan Bartimeus, “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!” (ay.47) terasa menganggu konsentrasi dan kesungguhan mereka menikmati kebersamaan dengan Yesus.

Bagi kebanyakan orang saat itu, Bartimeus bukanlah siapa-siapa, tidak masuk hitungan sebagai pribadi yang perlu dipedulikan.  Mereka memandang Bartimeus hanyalah seorang yang buta, miskin, dan sehari-hari hidup dari belas kasihan orang lain.  Apalagi sebagian besar orang-orang Yahudi memiliki pandangan bahwa penderitaan atau penyakit adalah hukuman Tuhan.  Bartimeus sudah biasa menerima penghakiman dan penghukuman dari masyarakat.  Bagi mereka, seruan Bartimeus adalah seruan yang menganggu.  Sehingga, orang banyak justru meminta Bartimeus untuk diam (ay.48).

Bagaimana tanggapan dan sikap Tuhan Yesus? Ay.49a “Lalu Yesus berhenti dan berkata: Panggillah dia!”.  Tuhan Yesus meminta orang di sekeliling-Nya memanggil pengemis buta itu.  Mengapa Yesus meminta orang lain memanggil?  Mengapa Dia tidak langsung memanggil Bartimeus?  Yesus mengajar orang-orang yang bersama-Nya saat itu untuk belajar peduli dan berempati, memiliki belas kasihan bagi penderitaan orang lain.  Lalu, apa yang dilakukan orang banyak ketika itu?  Mereka berkata kepada Bartimeus “ Kuatkan hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau” (ay.49b).  Kata ‘kuatkan hatimu’ (bhs.Yun. tarsei) artinya ‘tenanglah’.  Pandangan mereka kepada Bartimeus segera berubah, dari seorang pengemis buta yang miskin dan menjadi gangguan, menjadi seorang pribadi yang patut dikasihani.  Sebuah pelajaran yang berharga bagi banyak orang, termasuk para murid.

REFLEKSI
Mari merenungkan: Tuhan Yesus katakan kepada Bartimeus “Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?”.  Pertanyaan itu sebagai wujud Dia hadir menyatakan kepedulian kepada orang lemah dan tidak berpengharapan.   Mari ikuti teladan-Nya.

TEKADKU
Tuhan Yesus mampukan aku meneladani Engkau: memiliki hati yang peduli, penuh belas kasihan dan melakukan sesuatu bagi sesama yang lemah dan tidak berpengharapan.

TINDAKANKU
Hari ini aku akan mewujudkan kepedulian dan belas kasihan kepada: ….. (cari satu orang di tempat kerja atau di gereja).  Bukan hanya hari ini, setiap hari aku mau melatih hatiku untuk peduli dan memiliki  belas kasihan bagi sesama.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«