suplemenGKI.com

BERJAGA-JAGA SENANTIASA

Lukas 21: 25-36

 

Pengantar
Hari ini kita memasuki minggu adven yang pertama. Di masa adven kita merenungkan dua aspek penantian yaitu yang pertama kita menantikan masa Natal; saat kita mensyukuri kedatangan Kristus di tengah dunia ini. Aspek yang kedua adalah kita menantikan kedatangan Kristus  kembali ke dunia. Kristus akan hadir menjadi Hakim. Lukas menjelaskan hal ini dengan kisah Kedatangan Anak Manusia. Kapankah hal itu akan terjadi, apa tanda-tanda kedatangan-Nya dan bagaimana seharusnya kita bersikap dalam menyambut kedatangan-Nya? Marilah kita merenungkannya!

Pemahaman
Ayat 25 – 27        :   Apakah tanda-tanda kedatangan Anak Manusia?
Ayat 28 – 31        :  Apakah nasihat Yesus kepada  para murid apabila mereka melihat tanda-tanda kedatangan Anak Manusia?
Ayat 32 -  33        :  Kapankah kedatangan Anak Manusia?
Ayat 34 – 36         : Apa yang harus dilakukan para murid untuk mempersiapkan diri menyambut datangnya  hari TUHAN? 

Kisah kedatangan Anak Manusia sekilas tampak sebagai kisah yang mengerikan. Dalam Injil Lukas, kisah ini ditempatkan setelah topik keruntuhan Yerusalem ( Lukas 21:20-24 ). Ada kondisi mencekam saat Yerusalem runtuh. Dan kisah mencekam itu masih dilanjutkan dengan kisah tergoncangnya alam semesta sebagai tanda-tanda kedatangan Anak Manusia. Matahari, bulan dan bintang serta  bangsa-bangsa  akan takut dan bingung menghadapi  deru dan gelora laut.  Kuasa langit goncang. Orang akan mati ketakutan melihat segala peristiwa mengerikan yang menimpa  bumi.

Bila demikian, apakah kedatangan Anak Manusia hanyalah kabar buruk yang membawa kehancuran dan bencana  yang menakutkan? Sesungguhnya kedatangan Anak Manusia bukanlah sekedar kabar mengerikan. Oleh karena itu Yesus berkata kepada para murid-Nya, “ Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.” (ayat 28)

Kalimat ini menghadirkan pengharapan di tengah kengerian. Jadi berita kedatangan Anak Manusia sesungguhnya adalah berita pengharapan dan keselamatan. Hal-hal mengerikan yang diceritakan sebelumnya tidak boleh menjadi berita menakutkan yang menggeser pengharapan akan keselamatan. Hal ini dijelaskan dengan perumpamaan tentang pohon bertunas. Munculnya tunas menandakan musim panas segera tiba ( ayat 30). Penderitaan di tengah kebekuan musim dingin akan segera berlalu, kehangatan musim panas sudah dekat.

Jadi kapan datangnya Anak Manusia yang membawa kehangatan keselamatan?  Tidak ada seorang pun yang tahu. Yang diberitakan hanya tanda-tandanya. Para murid dipanggil untuk menjaga diri, menjaga hati, berjaga-jaga senantiasa sambil berdoa (ayat 34-36). Tak perlu resah dan gelisah melihat tanda-tanda yang mengerikan atau pun mereka-reka tentang waktu kedatangan-Nya. Yang perlu dilakukan adalah menyiapkan hati dan diri untuk melakukan tanggung jawab  iman dan kehidupan sambil terus berkomunikasi erat dan dekat dengan TUHAN sehingga kapan pun DIA  datang, kita siap menyambut-Nya.

Refleksi
Dalam keheningan, ingatlah apakah Saudara selalu menjaga hati dan perilaku untuk mengekspresikan hidup beriman yang siap menyambut kedatangan TUHAN? Apakah kehidupan doa Saudara membawa Saudara semakin dekat dan erat dengan TUHAN hingga makin peka mengenali dan melakukan kehendak-Nya?

Tekadku
Ya TUHAN, mampukanlah aku selalu berpengharapan pada keselamatan yang Engkau berikan agar  mampu berjaga-jaga untuk menyambut kedatangan-Mu.

Tindakanku:

  • Aku akan lebih berfokus pada TUHAN yang datang membawa keselamatan daripada mengikuti arus ketakutan yang membawa kegelisahan dan keputusan-asaan.
  • Aku akan selalu berdoa agar diberikan keheningan hati  dan kejernihan pikiran hingga mampu berjaga-jaga dalam karya dan doa.
Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«