suplemenGKI.com

Minggu, 28 Mei 2017

27/05/2017

PERINGATAN YESUS

Yohanes 17:1-11

 

PENGANTAR
Apa yang menentukan kekuatan bangunan, fondasi atau faktor resiko yang menerpa bangunan? Ibarat “bangunan” yang sedang diterpa angin ribut, demikianlah keadaan para murid.  Apa yang menentukan kuat tidaknya iman mereka? Mari kita baca dan pelajari!

PEMAHAMAN

  • Ayat 1, 3: Apa yang Yesus katakan tentang Bapa-Nya?
  • Ayat 1, 2:  Apa yang Yesus katakan tentang diri-Nya?
  • Ayat 6, 7:  Apa yang Yesus katakan tentang para murid-Nya?
  • Siapa Yesus menurut pemahaman saudara?
  • Adakah pemahaman tersebut mendasari kekuatan iman dan pelayanan saudara?

Fondasi dan besar kecilnya faktor resiko (gempa, angin dan lain-lain) merupakan dua faktor penting yang harus diperhitungkan oleh setiap perancang bangunan.  Secara matematis kekuatan fondasi bisa diukur sehingga mampu menopang bangunan di atasnya.  Perhitungan yang tidak cermat, akan menghasilkan kerugian yang lebih besar. Namun apakah kecermatan hitung merupakan jaminan?  Bagaimana bila ada faktor resiko yang kekuatannya melebihi batas kekuatan fondasi?  Kekuatan fondasi akan teruji ketika faktor resiko benar-benar terjadi.  Kuat atau hancur.  Kebenaran itu sebagai gambaran latarbelakang perkataan Yesus kepada para murid.  Meskipun para murid tiap hari selama tiga tahun bersama-sama Yesus, tidak menjadi jaminan bahwa mereka tidak akan jatuh.  Yesus dengan tegas memberikan peringatan dini, “lihat, saatnya datang, bahkan sudah datang, bahwa kamu diceraiberaikan masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri” (6:32).  Dan benar, para murid kemudian tercerai berai ketika Yesus ditangkap di taman Getsemani.  Peringatan yang sama juga berlaku bagi orang percaya sampai kapanpun.

Perhatikanlah nasihat Yesus supaya kita dimampukan bertahan dalam kesatuan iman, sesulit apapun keadaannya. Yesus memberikan kuasa dan hidup yang kekal bagi mereka yang percaya kepada-Nya (ay.2, 3).  Kuasa itulah yang menolong orang percaya meyakini bahwa hanya ada satu Allah yang benar (ay.3), yang telah memberikan hidup kekal di dalam Yesus Kristus.  Dengan demikian setiap orang percaya adalah milik Allah sendiri (ay.6) dan tetap mempercayai Yesus sebagai kebenaran dari Bapa (ay.7).  Apa yang Yesus sampaikan sebagai peringatan atau nasihat mengajarkan betapa pentingnya mempunyai pengajaran yang sehat dan kuat.  Sebab di dalam pengajaran yang sehat dan kuat selalu ada komitmen untuk terus menyakini kebenaran hidup kekal di dalam Yesus Kristus.  Komitmen untuk setia dan mempercayai Yesus saja.  Apapun tantangan dan tawaran yang dihadapi, jangan pernah meninggalkan iman kepada-Nya.  Yesus sudah memperingatkan agar kita tetap percaya dan tidak tercerai berai.  Mari milikilah pengajaran yang sehat dan kuat sebagaimana Yesus sudah peringatkan.

REFLEKSI
Dalam hening, mari menghayati bahwa kekuatan iman teruji ketika kita tetap setia apapun resiko yang dihadapi.

TEKADKU
Tuhan tolong aku agar apapun tantangan dan tawaran yang kuhadapi, aku tidak meninggalkan imanku kepada-Mu.

TINDAKANKU
Aku mau bertumbuh di dalam pengajaran sehingga mampu bertahan di tengah kesulitan hidup.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»