suplemenGKI.com

Mazmur 118:19-29

BERIBADAH BERSAMA

PENGANTAR
Berdasarkan isi dan pemakaiannya, para penafsir berpendapat bahwa Mazmur 118 ini digubah khusus untuk hari raya Pondok Daun, pada perayaannya yang pertama kali ketika umat Israel pulang dari pembuangan. Mazmur inilah yang dinyanyikan orang-orang yang menyambut Yesus masuk ke Yerusalem pada awal Minggu Sengsara (Mar. 11: 9), dan mungkin juga dinyanyikan dalam perjamuan malam terakhir Yesus bersama para murid-Nya (Mar. 14:26).

Hari ini kita akan memberi perhatian khusus hanya pada ayat 19-29. Di ayat-ayat sebelumnya, pemazmur bersaksi mengenai kasih setia Tuhan yang menyertai umat-Nya dalam menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan (ay. 5, ay. 10-12, 13) dan menyelamatkan mereka dari kematian/ kebinasaan (ay. 14, 17-18).

PEMAHAMAN

  • Ay. 19-21.    Bagaimana pemazmur mengungkapkan rasa syukurnya kepada Tuhan? Apa yang dimaksudkannya dengan ”pintu gerbang kebenaran”, dan mengapa disebut demikian?
  • Ay. 22-25.    Apa atau siapakah yang dimaksudkan dengan ”batu penjuru” di sini? Apa yang dilakukan Tuhan terhadap ”batu penjuru” ini?
  • Ay. 26-29.    Apa yang diungkapkan pemazmur di bagian ini? Apakah pemazmur sedang menyambut umat yang hadir, atau menyambut kehadiran Mesias?

Pemazmur ingin mengajak lebih banyak orang untuk bersukacita, dan karena itu ia mengungkapkan syukurnya dalam ibadah bersama di rumah Tuhan (ay. 19-21). Pintu gerbang rumah Tuhan disebut sebagai “pintu gerbang kebenaran” (ay. 19) karena hanyalah orang-orang benar yang akan masuk ke dalamnya (ay. 20). Mereka adalah orang-orang yang tetap setia bersandar kepada Tuhan ketika menghadapi berbagai kesulitan (lihat ay. 5-9).

Pemazmur menggambarkan umat Tuhan sebagai batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan namun kemudian dipilih oleh Tuhan menjadi batu penjuru. (ay. 22-23). Batu penjuru adalah batu pilihan yang ditempatkan di sudut dan menjadi acuan untuk menempatkan batu-batu lain pada waktu seseorang hendak mendirikan bangunan. Tuhan telah memulihkan kehormatan umat-Nya yang sebelumnya dianggap remeh oleh kerajaan-kerajaan besar di sekitar mereka. Karena itu, pemazmur mengajak mereka bersukacita (ay. 24) dan berdoa bagi keselamatan mereka (ay. 25).

Kalimat “Diberkatilah dia yang datang dalam nama Tuhan!” (ay. 26), pada awalnya memang ditujukan bagi mereka yang datang untuk beribadah kepada Tuhan. Namun, pada pemakaian selanjutnya ayat ini dibaca sebagai ungkapan pengharapan akan datangnya Mesias. Itulah sebabnya ayat ini diserukan oleh banyak orang ketika Yesus masuk ke kota Yerusalem (Mar. 11:9-10). Bagian selanjutnya (ay. 27-29) berisi ajakan bagi seluruh umat untuk memberikan persembahan (ay. 27) sebagai ungkapan syukur atas kebaikan-Nya.

REFLEKSI
Ibadah bersama adalah salah satu kesempatan yang terbaik untuk bersyukur atas kebaikan-Nya, saling meneguhkan iman, dan menyatukan hati untuk membangun pengharapan.

TEKADKU
Tuhan, tolonglah aku untuk lebih bersungguh-sungguh ketika beribadah bersama umat-Mu, khususnya dalam Kebaktian Minggu.

TINDAKANKU
Mulai hari ini, aku akan lebih bersungguh-sungguh dalam mempersiapkan diri dan melakukan ibadah bersama, khususnya Kebaktian Minggu.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«