suplemenGKI.com

Minggu, 28 Juni 2020

27/06/2020

Matius 10:34-42

 

“Konsekuensi Mengikut Yesus”

 

Pengantar:
          Semua orang pasti ingin mengalami hidup yang menyenangkan, maka ketika ada orang mengajaknya untuk menjadi pengikutnya hal pertama yang dipertimbangankan adalah apakah ketika menjadi pengikutnya akan mengalami hal yang menyenangkan atau tidak.

Contoh, seorang anak kecil, ketika diajak jalan-jalan ke mall, ia akan mengajukan pertanyaan, “apakah saya akan dibelikan mainan atau tidak?” Itu artinya dalam benak anak tersebut tersimpan keinginan jika menyenangkan ia akan ikut tetapi jika tidak mungkin ia akan menolak. Hari ini bacaan kita berbicara tentang konsekuensi mengikut Yesus.

Pemahaman:

  1. Apa yang hendak diajarkan Yesus melalui pernyataan-pernyataan-Nya mulai ayat 34-39?
  2. Apa maksud dan kepada siapa pernyataan Yesus mulai ayat 40-42, ditujukan

Konteks Matius pasal 10 adalah berbicara tentang Yesus memanggil dua belas murid-Nya, yang dilanjutkan tugas perutusan kepada murid-murid-Nya (Mat 10:1-4) Dalam tugas perutusan itu Yesus melarang murid-murid membawa bekal (Baca: hal-hal yang menyenangkan). Mereka juga akan mengalami penolakan dan sebagainya (10:9-14). Hal yang lebih mengerikan adalah mereka akan berhadapan dengan hal-hal yang berbahaya (Mat 10: 16), seperti penolakan, penganiayaan bahkan akan dimusuhi oleh anggota keluarganya (Mat 10:17-26). Namun di atas semua itu Tuhan Yesus menjanjikan jaminan penyertaan seperti digambarkan dalam Matius 10:28-33. Tetapi setelah Yesus menyampaikan janji penyertaan-Nya, murid-murid segera dikejutkan dengan pernyataan-Nya di ayat 34-36. Rupanya Yesus ingin mengajarkan bahwa setiap orang yang memutuskan diri untuk mengikut Kristus harus siap untuk membayar harga. Pemberitaan Injil memiliki dua sisi yang bekerja secara bersamaan. Seperti pedang bermata dua, ketika diayunkan ia akan memotong dan membersihkan ranting-ranting anggur. Ranting yang tidak berbuah dipotong dan ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah (Yoh 15:2). Pernyataan Yesus di ayat 34-38 menegaskan bahwa keutamaan menjadi utusan maupun pengikut Kristus adalah menuntut kesungguhan dan kerelaan berkorban sekalipun harus menghadapi konsekuensi. Ayat 40-42 mengingatkan murid-murid agar tidak perlu takut karena Tuhan yang akan memelihara melalui setiap orang yang menyambut dan menerima mereka. Menyambut dan menerima utusan Tuhan berarti menyambut dan menerima Tuhan yang mengutusnya.

Refleksi:
Pernahkah saudara mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan selama menjadi pengikut Kristus? Jangan takut karena itu adalah tuntutan agar kita semakin dewasa dalam Tuhan.

Tekadku:
Ya Tuhan, terkadang saya merasa sangat berat menghadapi banyaknya tantangan sebagai pengikut Engkau, tolong mampukan dan kuatkan saya agar tetap setia menjadi pengikut-Mu.

Tindakanku:
Saya akan berjuang untuk tidak mudah menyerah berjalan bersama Yesus, sekalipun harus membayar harga, karena saya percaya Tuhan Yesus pasti menolong saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«