suplemenGKI.com

Minggu, 28 Juli 2013

27/07/2013

Lukas 11:1-13

 

Mendaraskan Doa Menyelaraskan Kehidupan

 

Pengantar
Kalau kemarin perenungan kita terarah kepada sikap dalam berdoa, maka hari ini kita akan merenungkan secara khusus tentang pola doa yang diajarkan oleh Kristus, yang kita kenal dengan sebutan Doa Bapa Kami.

Pemahaman
-          Apakah persamaan Doa Bapa Kami dalam Injil Lukas pasal 11 ini dengan Doa Bapa Kami yang ada di dalam Injil Matius pasal 6? Apa pula perbedaan di antara keduanya?

-          Konsep Allah seperti apakah yang dapat kita pelajari melalui Doa Bapa Kami ini?

Kalau kita membandingkan Doa Bapa Kami versi Lukas dengan versi Matius, secara sekilas kita dapat melihat beberapa perbedaan di antara keduanya. Akan tetapi sebenarnya perbedaan tersebut tidak terletak pada hal-hal esensialnya melainkan pada redaksionalnya belaka. Apalagi kalau kita memperhatikan bahasa aslinya. Hal ini sekaligus mengingatkan kita bahwa Doa Bapa Kami bukanlah sebuah mantra yang harus dihafal kata demi kata serta memiliki kekuatan magis bila dibaca secara berulangkali. Salah satu perbedaannya adalah dalam permohonan keempat Lukas mencatatnya demikian: “berikanlah kami makanan kami yang secukupnya hari demi hari. Sedangkan Matius mencatat: “berikanlah kami pada hari ini  makanan kami yang secukupnya.” Kedua redaksional tersebut sebenarnya secara esensi berarti meminta kepada Tuhan agar mencukupkan makanan yang kita butuhkan pada hari ini. Pengajaran ini mengacu kepada pengalaman bangsa Israel di padang gurun yang dipelihara Tuhan dengan mengirimkan manna setiap hari, sesuai dengan kebutuhan pada hari itu.

Melalui Doa Bapa Kami ini Kristus bukan hanya mengajar kita berdoa, melainkan juga mengenal Allah sebagai Bapa yang memelihara kehidupan anak-anakNya. Karena itu hendaklah dengan penuh keberanian kita datang kepada-Nya melalui doa kita. Dengan mengenal Allah sebagai Bapa, maka sudah sepatutnya kita memikirkan perkara-perkara surgawi di mana Bapa berada. Karena itu pulalah kita mengutamakan pengudusan-Nya serta pemerintahan-Nya. Dengan cara tersebut kita sedang belajar untuk mencari dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, memberikan penghormatan kepada nama-Nya yang kudus, menghormati kedaulatan pemerintahan-Nya, serta merindukan kerajaan-Nya terwujud dalam kehidupan ini.

Pengenalan akan Allah sebagai Bapa yang memelihara kehidupan kita, juga akan menolong kita untuk membatasi keinginan, tidak mengumbar hawa nafsu kita. Karena itulah kita hanya meminta makanan yang secukupnya saja, serta memohon pertolongan-Nya agar terbebas dari cengkeraman dosa dengan melepaskan pengampunan. Dengan demikian kita tidak terseret ke dalam arus dosa yang terus menggoda kita.

Refleksi
Doa Bapa Kami adalah pola doa yang memfasilitasi kita untuk belajar. Sebab dalam doa tersebut kita dapat belajar menjalin hubungan dengan Allah sehingga kita dapat merasakan ke-Bapa-an Allah, yang pada akhirnya menolong kita untuk menyelaraskan kehidupan kita dengan kehendak-Nya.

Tekad
Doa: Ya Tuhan, berilah kepada hamba-Mu ini hati yang mau belajar untuk berdoa, dan juga belajar melalui doa. Amin.

Tindakan
Kita dapat mewujudkan sikap belajar untuk dan melalui doa itu dengan mengucapkan Doa Bapa Kami dengan tempo lambat, serta memberi jeda sekitar sepuluh detik di antara dua kalimat untuk memberi waktu merenung bagi diri kita sendiri.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«